Bursa Inovasi Desa Bireun 2018 Digelar, Ini Pesan Bupati Saifannur


author photo

4 Des 2018 - 22.13 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Bursa Inovasi Desa (BID) Kabupaten diselenggarakan di gedung AAC Ampon Chik Peusangan, Universitas Almuslim Matangglumpang dua, Selasa (4/12/2018).

Kepala Dinas DPMGPKB Bireuen, Bob Mizwar, SSTP, M.Si, menyebutkan, "Dasar hukum  kegiatan BID ini mengacu pada UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Pemerintah (PP) nomor 43 tahun 2014 dan Permendes nomor 48 tahun 2018,"

Dikatakan Bob Mizwar, "Tujuan diadakan diadakan BID Kabupaten Bireuen yakni untuk terpublikasinya potensi-potensi di Kabupaten Bireuen, agar gampong dapat memilih inovasi yang sesuai dalam menyelesaikan masalah dan mendukung peningkatan kualitas pembangunan dan pemberdayaan", ujarnya. 

Ia juga menambahkan, "BID ini diharapkan agar setiap gampong mengisi kartu komitmen dan ide sehingga bentuk komitmen dapat melaksanakan replika program inovasi di gampong masing-masing"

"Peserta pada BID yang dibiayai dari dana Dekosentrasi Program Inovasi Desa P3MD Kemendesa PDTT RI, lebih kurang berjumlah 2130 orang yang terdiri dari, 1870 perangkat desa dari 609 gampong dari unsur Keuchiek, Tuha Peut dan perwakilan perempuan, 17 Camat, Seluruh SKPK Pemkab Bireuen, Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Bireuen, 158 orang Pendamping Lokal Desa (PLD), 74 PDP dan PDTI dan 48 orang TPID", rincinya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas DPMG Aceh yang diwakili dari Satker P3MD Aceh, TAPW Zulfahmi Hasan juga menambahkan, "Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah pertukaran dan penyebaran inisiatif masyarakat yang berkembang di desa-desa di lingkup Kabupaten, dan merupakan bagian tak terpisahkan dari bagian model pengelolaan inovasi ditingkat Kabupaten",

Lanjutnya, "Sedangkan kegiatan yang akan dipamerkan dalam BID adalah kegiatan -kegiatan yang bersifat inovatif dalam pembangunan yang bukan dalam bentuk barang, tetapi dalam bentuk ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa-desa serta mengambil ide-ide yang telah berhasil dilakukan oleh desa lain, nantinya ide inovasi tersebut akan kita kembangkan di desa,"

"Indikator keberhasilan BID ini ditandai dengan lahirnya program inovasi yang  tertuang dalam APBDes (APBG)  masing-masing desa, yang bukan hanya terfokus pada kegiatan infrastruktur", terang Zulfahmi.

Selain itu, Bupati Bireuen H Saifannur, S Sos dalam sambutannya menyebutkan, "Semoga dengan adanya kegiatan BID ini setiap desa bisa berinovasi, dia memberi tamsilan, "jangan sampai satu desa buat kue "keukarah", satu kecamatan buat itu semua, mau dipasarkan kemana," katanya.

Ia mengisahkan sedikit pengalamannya sebagai Keuchiek selama 24 tahun lamanya, sampai sekarang ia terus berkarya dalam bidang peternakan sapi dan kambing, walau sudah jadi toke," kelakar Saifannur yang di apresiasi oleh seribuan peserta BID dan tamu undangan yang memadati Gedung Ampon Chik. 

Pesannya, "Jadi pemimpin jangan hanya berpangku tangan di warung kopi, apalagi masih muda-muda, tapi cobalah benahi desa dengan berinovasi, jangan hanya fokus pada pembangunan fisik semata. Cobalah gali potensi yang ada di gampong dengan menggunakan Dana Desa", tegas Bupati Saifannur seraya membuka BID Kabupaten Bireuen tahun 2018 dan memberi penghargaan kepada 5 Keuchiek dan 5 Camat berprestasi tahun ini. [SR]
Bagikan:
KOMENTAR