8 Kecamatan di Bireuen Selalu Jadi Langganan Banjir Ahir Tahun


author photo

8 Des 2018 - 17.20 WIB


Bireuen --- Kecamatan Peudada merupakan dari 17 Kecamatan dalam Se-Kabupaten Bireuen dan termasuk salah satu kecamatan dari 8 kecamatan di Kabupaten Bireuen,setiap akhir tahun menerima bencana banjir saat tiba masuknya musim hujan.

Hal tersebut disampaikan oleh Armia, salah satu Tokoh Masyarakat Gampong Tanjong Seulamat, Kec Peudada, turut didampingi oleh tim rombongan Tgk Taufik Tokoh Muda Peudada kepada Anggota DPRA Sayed Badawi Komisi VI dari Partai Golkar Bireuen, Sabtu (8/12) dini hari, sekira Pukul 03:00 Wib.

Armia menyebutkan persoalan bencana banjir  yang sering menimpa masyarakat Gampong/Desa Tanjoeng Seulamat adalah,bukanlah masalah baru. Menurut Jambang, sering disapa dalam kalangan Esk Combatan GAM, Faktornya adalah saat memasuki musim hujan intensitas curah hujan yang tinggi dan melebihi kapasitas waduk, hingga meluapnya air pada dua waduk di Kecamatan Peudada, yakni waduk di Paya Sikameh Desa Blang Rangkuluh berbatasan dengan Desa Tanjoeng Seulamat.

Antara air hujan kiriman dari atas penggunungan dan aliran pada alur penggunungan serta saluran desa yang masuk ke tempat penampung Waduk Payah Sikameh sangat besar debit airnya dengan debit air yang keluar dari pintu pembuangan air waduk. "Over kapasitas tampungan waduk," sebut Armia.

Kami tidak habis pikir mengapa setiap akhir tahun Gampong kita berlangganan dengan bencana banjir, bagaikan tanpa ada upaya tindakan pencegahan  terhadap pemicu sumber masalah, sebut Armia atau Jambang.

Bila tidak ada solusi langkah kongrit yang serius dan fokus oleh pihak Pemda Bireuen dalam penataan perencanaan pencegahan banjir, sama artinya pemerintah membiarkan kami dihantam musibah bencana banjir saban tahun. Paling sedihnya lagi bila tengah acara kanduri atau pesta perkawinan serta ada orang sakit bagaimana kami melakukannya proses evakuasi, tambah Eks GAM Peudada ini.

Tambahnya, Apalagi sangat miris hati kami masyarakat korban banjir ini, saat malamnya musibah itu banjir akibat deras hujan mulai dua hari yang lalu menimbulkan luapan banjir ke permukiman  penduduk di Desa kami dari air waduk paya sikameh. Cuma kami bisa menyelamatkan diri, sedangkan kasur dan kain serta beras stok makanan semua terendam banjir dengan kondisi rumah yang berlumpur dan ada juga lantai rumah warga yang habis dikikis seperti, di Gampong Tgk Dibathoen, sehingga warga terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya yang tempatnya lebih tinggi Meunasah atau Mesjid dari genangan luapan banjir.

Saat ditanya oleh Anggota DPRA, Sayed Badawai asal Bireuen yang duduk pada Komisi VI, faktor sumber pemicu terjadi banjir di Gampong Tanjong Seulamat serta bantuan apa yang sudah diterima warga setempat, Armia menjawab kami cuma menerima bantuan Roti, Air Mineral dan Pampers untuk anak anak dari Dinas Sosial Bireuen,lebih dari itu kami tidak menerima bantuan apapun,kecuali dari bebarapa caleg dari luar peudada dan caleg dari kecamatan Peudada. Berupa bingkisan sembako yang sangat terbatas untuk kami komsumsi dalam 3 hari ini.

Setelah mendengarkan keluhan dan permasalahan aspirasi masyarakat korban banjir Gampong Tanjoeng Seulamat, Sayed Badawai berjanji selesai pembahasan paripurna APBA 2019 akan kembali setelah koordinasi dengan Pemda Bireuen, Dinas terkait di  Bireuen, Camat Peudada, Para Mukim,Keuchiek, Petugas penjaga pintu Air Waduk Payah Sikameh dan Paya Laot serta Tokoh Masyarakat Peudada.

"Dalam upaya menimalisir mengatasi Problema banjir luapan dari air waduk yang menimpa permukiman sejumlah masyarakat Desa dalam Peudada," tutup Sayed Dalawi Anggota DPRA Dapil Bireuen. (Iq)
Bagikan:
KOMENTAR