Warga Nisam Adukan Jalan Berlumpur Kepada Tgk Muharuddin


author photo

22 Nov 2018 - 21.12 WIB


Radaraceh.com, Lhoksukon -  Tokoh masyarakat Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, adukan kondisi jalan di kawasan mereka ke anggota DPR Aceh, Tgk. Muharuddin saat bersilaturahmi ke daerah itu, kemarin.
"Jalan kami tidak pernah diaspal, kemudian berlumpur dengan kondisi sangat memprihatinkan," kata Keuchik Seunubok, Yadin Hanafiah kepada Tgk. Muhar, sapaan akrab mantan Ketua DPR Aceh itu.

Seperti diketahui, Tgk. Muhar diundang untuk menghadiri maulid akbar yang digelar di Gampong Binjee, Kecamatan Nisam, pada Rabu (21/11). Di sana, Tgk. Muhar disambut para keuchik, tokoh masyarakat, termasuk muspika setempat.

Dalam kesempatan itu, para tokoh masyarakat termasuk keuchik mengadukan beberapa perihal, salah satunya mengenai jalan berlumpur yang tidak pernah tersentuh aspal.

Jalan yang diadukan ini merupakan jalan lintas Kemukiman Blang Dalam dan Keude Amplah, melimputi di antaranya Gampong Barat, Ulee Blang, Beunot, Seunubok, dan Binjee, dengan panjang sekitar 6 kilometer.

Warga berharap jalan dimaksud dapat diperbaiki pemerintah dan diaspal, guna memudahkan mereka berkativitas.
Menanggapi hal itu, Tgk. Muhar menyebut akan melakukan crosscheck terlebih dahulu apakah jalan dimaksud sudah ditampung di APBK Aceh Utara atau tidak belum, namun bila tidak masuk akan jiperjuangkan di APBA.

"Akan saya cek di APBK dulu, namun bila belum masuk akan kita perjuangkan di di APBA perubahan pada 2019. Yang jelas, kita akan berusaha semaksimal mungkin, mudahan dapat tertampung nantinya," sebutnya.

Tidak lama setelah pamit dari tempat itu, Tgk. Muhar diajak mengunjungi sebuah masjid yang berada di antara Gampong Seunubok dan Binjee, masjid Baitul Riza ini sudah lama dibangun namun belum selesai.

Panitia masjid setempat, Tgk. Irwansyah, mengatakan, bahwa pihaknya sangat berharap agar masjid itu dapat segera selesai, setidaknya selesai dibangun atapnya terlebih dulu agar bisa digunakan untuk beribadah.

Mendengar aduan panitia masjid, Tgk Muhar manggut-anggut seraya menanyakan berapa perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk membangun atapnya. "Kira-kira sekitar satu miliar cukup untuk dibangun (atapnya)?," tanya Tgk. Muhar pada panitia, seraya menyebut akan diperjuangkan di parlemen.[Rais]
Bagikan:
KOMENTAR