Senator Fachrul Razi: Saya tidak pernah Mendengar Pusat Ingin Bubarkan Lembaga Wali Nanggroe, Kenapa Ada Orang Aceh Yang Mau Bubarkan


author photo

14 Nov 2018 - 22.06 WIB


Jakarta --- Senator DPD RI asal Aceh, H. Fachrul Razi, MIP sangat geram dengan adanya wacana yang berkembangnya atas pembubaran Lembaga Wali Nanggroe karena dianggap tidak diperlukan lagi dan wacana tentang akan berakhirnya masa jabatan Wali Naggroe yang saat ini diemban Malik Mahmud Al Haytar. Senator Aceh DPD RI asal Aceh H. Fachrul Razi, MIP yang sedang dalam menjalani ibadah Umroh di tanah suci Mekkah dan Madinah memaparkan besarnya peran Lembaga Wali Nanggroe.

Kehadiran Lembaga Wali Nanggroe berkat adanya perjuangan GAM melalui MoU Helsinki dan perjuangan. "Selama saya duduk sebagai Senator DPD RI asal Aceh di Jakarta, saya tidak pernah saya mendengar ada membaca adanya upaya Pusat ingin membubarkan Lembaga Wali Nanggroe, namun kenapa isu itu gulirkan oleh orang Aceh sendiri, ada apa?" tanya Fachrul Razi.

Fachrul Razi, Senator Aceh yang aktif mendampingi Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Machmud selama berkunjung ke Jakarta menjadi saksi bagaimana Tgk Malik Machmud adalah tokoh yang sangat disegani oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Para Menteri di Jakarta. "Kalau tidak ada Tgk Malik Machmud, mungkin Aceh dilihat sebelah mata," tegas Fachrul Razi.

"Saya sangat aktif dan selalu mendampingi beberapa kali Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Machmud kbertemu Wakil Presiden dan Mendagri. Saya bersaksi, tanpa lobi Wali Nanggroe ke Wapres mungkin PON 2024 bukan Aceh yang menang. Tanpa Tgk Malik Machmud, disaat Pemilu 2017, dimana pasangan PA yang didholimi suara pada Pilkada 2017, Tgk Malik Machmud dan Mualem Muzakir Manaf lah yang meredam dan menenangkan keadaan politik pada saat itu. Saya tanya, adakah orang lain yang mampu melakukan itu? tunjukkan kepada saya?," tanya Fachrul Razi.

Saya juga bersaksi, tanpa Tgk Malik Machmud, mungkin PP Turunan UUPA tidak selesai, sebagai sudah di tandatangi, tinggal 4 PP lagi belum selesai, demikian juga Permasalah KEK Arun, Permasalahan Sabang, dan Permasalahan Otsus Aceh pasti banyak yg tidak selesai. Begitu besar jasa beliau namun tidak perlu kami ekspos ke publik karena perjuangan beliau memang buat Aceh," tegas Fachrul Razi.

Semua yang dilakukan Lembaga Wali Nanggroe, Tgk Malik Machmud perlu saya tegaskan, sangat kecil dana dari pemerintah Aceh bahkan tidak ada. Lembaga Wali Naggroe sudah dikebiri secara anggaran agar tidak berfungsi dan pada akhirnya akan di lakukan character assasination (pembunuhan karakter), ini upaya tindakan yang strategis dan sistematis.

"Silahkan Audit dana Wali Nanggroe, saya yakin di struktur birokrasi yang akan bermasalah, bukan pada sosok Tgk Malik Machmud sebagai Wali Nanggroe, kondisi keuangan ekonomi Wali saya tahu betul," tegas Fachrul Razi.

"Saya akan tetap berdiri kokoh membela lembaga ini dan sosok Tgk Malik Machmud. Hentikan pembunuhan character kepada Tgk Malik Machmud. Kami juga punya keterbatasan dalam menjaga kesabaran, cukup berikan saran dan masukan yang positif agar kita bisa bekerja bersama membangun Aceh, karena ada tugas Wali Nanggroe Tgk Malik Machmud yang hanya beliau yang mampu lakukan itu, sementara kita tidak mampu melakukan hal yang ada pada beliau," tegas Fachrul.(Rel)
Bagikan:
KOMENTAR