Satu Hari Jelang Sidang Praperadilan, Polisi 'Paksakan' P21 Kasus Galian C


author photo

30 Nov 2018 - 21.50 WIB


Aceh Timur | Satu hari menjelang digelarnya sidang Praperadilan terhadap Polres Aceh Timur di Pengadilan Negeri Idi, Polisi polisi dinilai paksakan pelimpahan perkara tahap dua (p21) ke kejaksaan Negeri setempat. 

Kuasa hukum Salahuddin ( pemohon)  praperadilan, Husni Thamren Tanjung mengatakan, tindakan pelimpahan perkara kliennya seperti dipaksakan oleh penyidik. 

Pasalnya, sidang praperadilan yang seyogiyanya digelar selasa 27/11/18 ditunda oleh hakim atas permintaan Kapolres Aceh Timur dengan alasan ada kunjungan dari Mabes Polri, yang sebenarnya itu urusan interen Polisi.

Akan tetapi menurut pengacara asal medan ini,  ditengah kunjungan Tim Mabes tersebut, sejumlah personil polisi dikerahkan ke lokasi galian C di Gampong Alu Bu untuk mengambil barang bukti alat berat ( ekskavator ) utk dibawa ke kantor polisi. 

' Pemaksaan' pelimpahan perkara juga dinilainya dari tindakan penyidik yang menghubungi kliennya melalui seluler sehari sebelumnya dan mamaksanya datang ke Polres sesegera mungkin. 

" Bahkan sejumlah personil polisi berbaju preman mendatangi rumah klien kami ditengah malam dini hari untuk membawanya ke Polres, namun saat itu kilen kami tidak berada di rumah". Kata Husni.

Menurutnya tindakan tersebut diluar aturan hukum dan membuat kliennya tidak tenang. Dan dalam aturan hukum kliennya harus dipanggil melalui surat pemanggilan, bukan mendatangi rumah tengah malam. 

" Kita akan melaporkan ke Propam Polda dan ke Propam Mabes Polri atas tindakan pihak Polres Aceh Timur terhadap klien kita". Tutup Husni 

Seperti diketahui, Salahuddin pemilik lahan Galian C, di Dusun Lhok Dalam, Gampong Aue Bu Tuha,  Kecamatan Peureulak Barat yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Galian C telah mendaftarkan gugatan -praperadilan terhadap Polres Aceh Timur, Jumat 16/11/2018 lalu.

Gugatan Praperadilan didaftarkan oleh kuasa hukumnya Husni Thamrin Tanjung SH, dan Shelvi Noviani SH dengan alasan  penetapan klienya sebagai tersangka oleh Polres Aceh Timur, keliru dan tidak cukup bukti.(Tim)
Bagikan:
KOMENTAR