Raker ke III Dayah SeSubulussalam Lahirkan Sejumlah Rekomendasi


author photo

2 Nov 2018 - 09.01 WIB


Radaraceh --- Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor)dengan para Abuyah pimpinan pesantren /Dayah se Kota Subulussalam di Pesantren Al Mansuriyah Desa Lae Bersih Kecamatan  Penanggalan pada Kamis (01/11).

Acara yang digelar satu hari penuh tersebut di hadiri oleh Wakil Walikota Subulussalam Drs Salmaza, M.AP, Ketua Komisi D DPRK Haris Muda Bancin, Kabid Pendidikan Dayah dan Kasi Pendis Kemenag dan Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Dayah (FKPD) Kota Subulussalam Ust. H. Mansur, S.PdI serta 17 orang Pimpinan Pesantren /Dayah se Kota Subulussalam.

Jaminuddin B sebagai Ketua MPD Kota Subulussalam dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesantren saat ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah daerah,yaitu perlunya guru2 kontrak untuk pesantren. Sekolah negeri saja yang gurunya sudah ada PNS dibantu tenaga kontrak,mengapa pesantren tidak dibantu, yang mana semua guru-gurunya swasta.Maka dirasa perlu support dari pemerintah daerah untuk tenaga guru kontrak,ujar Jaminuddin B.

Untuk menjamin kesehatan para santri/santriwati (menginap) yang jumlahnya lebih dari 100 orang pada setiap pesantren dan para guru maka Pesantren sudah selayaknya membutuhkan Puskestren (Pusat Kesehatan Pesantren).Serta perlu Magang bagi pimpinan pesantren ke pesantren yang terbaik di Indonesia, imbuh JB.

Ketua komisi D DPRK Haris Muda Bancin dalam sambutannya menyampaikan mendukung penuh terhadap usulan ketua MPD,karena ini sangat penting dan diharapkan kepada Wakil Walikota Drs Salmaza, M.AP yang merupakan Wakil yang Definitif juga terpilih sebagai Wakil Walikota Subulussalam 5 tahun mendatang perlu mempertimbangkan usulan tersebut karena itu cukup mulia,"ujar Haris MB.

Drs. Salmaza, M.AP Wakil Walikota Subulussalam dalam sambutannya menyampaikan bahwa apa yang diusulkan oleh ketua MPD merupakan usulan yang mulia dan ini wajib di dukung oleh semua pihak bukan saja pimpinan pesantren tapi juga seluruh rakyat Kota Subulussalam. Dan bila perlu akan kita perjuangkan para tamatan pesantren yang terbaik akan kita carikan program Beasiswa untuk S1,jika sudah selesai pendidikan kembali mengabdikan diri di pesantren dimana awal dia di tempa untuk selanjutnya dia menempa adik-adiknya di pesantren tersebut, imbuh Salmaza.

Wakil Walikota juga menyampaikan seiring banyaknya bantuan pemerintah kepada pesantren maka semua pesantren diharapkan juga harus berlomba-lomba mengejar kualitas baik terhadap Imtek maupun Imtaq santri dan santriwatinya, sehingga masyarakat berduyun-duyun memasukkan anaknya ke pesantren. Seiring dengan hal tersebut tahun depan diharapkan kepada semua pesantren dan warga kota agar semarak dan gebyar hari santri lebih di gelorakan lagi, dengan menampilkan kebolehan dan kelebihan pesantren di hadapan masyarakat Kota Subulussalam,"harapnya.

Dalam Rakor tersebut disepakati bersama sebagai berikut :

1. Pengadaan guru kontrak bagi pesantren
2. Program Beasiswa bagi alumni pesantren yang terbaik untuk S1
3. Program Magang bagi pimpinan pesantren secara bergilir
4. Melaksanakan lomba bersih dan manajemen terbaik pesantren
5. Program gebyar pekan hari santri
6. Penempatan tim medis yang menetap 24 jam di pesantren
7. Penyemprotan asap nyamuk ke pesantren
8. Pelatihan Life Skill bagi santri
9. Pembangunan asrama santri dan santriwati serta MCK
10. Pembinaan secara kontinyu dari Kemenag
11. Rakor pada setiap tahun oleh MPD 12. Memfasilitasi pembentukan komite pesantren oleh MPD
13. Memfasilitasi pembuatan SOP pesantren oleh MPD
14. Serta menyalurkan bantuan fisabilillah bagi santri miskin dari Baitul Mal Kota Subulussalam.

Rekomendasi ini nantinya akan diserahkan kepada Walikota dan Wakil Walikota serta DPRK Subulussalam untuk bisa dipertimbangkan dengan memasukkan program tersebut kepada Dinas yang membidangi pada anggaran tahun 2019.(ID)
Bagikan:
KOMENTAR