Polisi Berhasil Ungkap Pelaku Pembakaran Dan Perusakan Mapolsek Bendahara


author photo

8 Nov 2018 - 02.46 WIB


Radaraceh.com, ACEH TAMIANG _ Akhirnya Tim gabungan Dit Reskrimum Polda Aceh dan Polres Aceh Tamiang berhasil ungkap pelaku pembakaran Mapolsek Bendahara yang terjadi pada 23 Oktober 2018 yang lalu. 

Dalam konfrensi Pers yang digelar di Aula pertemuan Polres Aceh Tamiang pada Rabu (07/11) kemarin, Kapolres Aceh Tamiang Zulhir Destrian SIK MH didampingi Kabag Oprasional AKP Sukirno mengatakan bahwa saat ini pihak kepolisian telah menetapkan Sembilan tersangka Perusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara. 

Sebelumnya, tim gabungan Dit reskrimum Polda Aceh dan Polres Aceh Tamiang telah memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang dari Dua Kecamatan Bendahara dan Banda Mulia sebagai saksi. 

Setelah mendapat cukup keterangan terhadap 15 orang tersebut, akhirnya Polisi menetapkan Sembilan tersangka, yakni, Jl (38th) warga Matang Seping, AN (38th) warga Telaga Meuku Sa, SL (46th) warga Tanjung Keramat, SL (46th) warga Bandar Baru, ZI (32tn) warga Tanjung Keramat, IN (36tn) warga Telaga Meuku Sa, MD (26th) warga Tanjung Keramat, IN (35th) warga Matang Seping dan RI (30th) warga Alur Nunang.

"untuk ke-sembilan orang tersebut kita telah  tetapkan statusnya menjadi tersangka dengan dugaan sebagai pelaku tindak pidana pengrusakan dan pembakaran Fasilitas Negara berupa Mapolsek Bendahara, dan dikenakan pasal 170 dan 187 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima(5) tahun penjara," ungkap Kapolres Aceh Tamiang 

Sementara itu, Kepada keenam Oknum Polsek bendahara saat ini telah dilakukan proses penegakan hukum oleh Dit Reskrimum dan Bidang Propam Polda Aceh, dan sampai saat ini masih menjalani proses hukum pidana dan Kode Etik di Polda Aceh, tambah Kapolres 

Kapolri jenderal Tito Karnavian melalui Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Rio S. Djambak yang selanjutnya disampaikan oleh Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian. SIK. MH menghimbau kepada masyarakat bahwa Polri melakukan hukum berdasarkan atas berkeadilan. 
"semua warga negara sama dihadapan hukum, ketika oknum personil Polri bersalah pasti akan dilakukan proses hukum, begitu juga terhadap masyarakat yang melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap Mapolsek Bendahara yang juga merupakan aset negara, harus dapat mempertanggung jawabkannya dihadapan hukum, tandas Kapolres [] zul
Bagikan:
KOMENTAR