Penindakan Usaha Galian C Di Aceh Timur Hambat Pembangunan Gampong


author photo

30 Nov 2018 - 21.52 WIB


Aceh Timur - Penindakan terhadap sejumlah pelaku usaha Galian C di Aceh Timur oleh aparat kepolisian setempat telah berefek pada terhambatnya pembangunan Gampong, Jum,at (30/11).

Demikian disampaikan sekretaris Forum Keuchik Aceh Timur, Helmi, Jumat 30 November 2018 kepada media ini terkait tindakan Polres Aceh Timur yang menetapkan Keuchik Gampong Alue Bu Tuha, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, Salahuddin sebagai tersangka dalam kasus Galian C. 

Menurut Helmi, sejak penangkapan beberapa pelaku usaha galian C dan beberapa supir Dum Truk yang mengangkut material Galian C di Aceh Timur sejak oktober 2018 lalu membuat sejumlah awak truk berhenti beroperasi. 

Akibatnya, program pembangunan Gampong dibidang fisik seperti perawatan jalan, perkerasan jalan dan penimbunan lainnya terhenti total karena tidak ada material yang dibutuhkan. 

Ditambahkan, hampir 50 persen anggaran Gampong yang telah di angarkan untuk pembangunan fisik tidak dapat direalisasikan sebagaimana mestinya. Dan ini sangat merugikan pemerintah Gampong secara khusus dan Aceh Timur secara umum. 

Selain itu, Jika pekerjaan terhenti maka akan terjadi silpa yang sangat besar bagi Gampong dalam kabupaten Aceh Timur, ini dikarenakan waktu sudah akhir tahun anggaran. 

" Sesuai juknis penggunaan anggaran Gampong, bila terjadi silpa 30 persen berturut-turut maka akan terjadi pemotongan anggaran untuk tahun berikutnya, ini yang menjadi masalah besar bagi kami dalam proses Desa mandiri yang diciptakan oleh presiden Jokowi juga terkendala disebabkan tidak terarahnya PAD (Penghasilan Asli Desa)". Ujar Helmi.

Untuk itu, kami berharap pemerintah Aceh dan Aceh Timur serta aparat penegak hukum dapat mempertimbangkan kembali atas penindakan hukum terhadap usaha galian C.

"Setidaknya mengedepankan upaya penertiban terlebih dahulu dari pada upaya hukum". Pinta Helmi (Tim)
Bagikan:
KOMENTAR