Masyarakat Buket Rata Gandapura Timbun Lobang Jalan, Tgk Mauliadi: Kami Butuh Perhatian Pemerintah.


author photo

16 Nov 2018 - 16.45 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Masyarakat lintas desa di pedalaman kemukiman Buket Rata dan Buket Antara pedalaman kecamatan Gandapura menimbun jalan yang rusak parah dengan dana swadaya masyarakat setempat, Jum'at (16/11/2018)

"Jalan tersebut kondisinya sudah sangat parah dengan lubang lebar dan kedalaman sekira hampir 70 centimeter. Sebagai antisipasi masyarakat sepakat menimbun dengan dana swadaya masyarakat, sembari menunggu perhatian dari pemerintah akan dibangunnya jalan tersebut," ujar Tgk Mauliadi tokoh masyarakat setempat.

Sambungnya, "kemarin (Kamis (15/11/2018-red) jalan tersebut sudah ditutup oleh masyarakat gampong Cot Rambat, Monjeureujak dan Tanjong Raya dengan batang kelapa, tapi hari ini  jalan tersebut sudah dibuka, sebab dengan dana swakelola masyarakat, yakni menyewa alat berat beko dan dump truck untuk galian tanah dan menimbun tanah di lokasi jalan rusak tersebut", ungkap Mauliadi yang juga caleg dari Partai Aceh Dapil II Makmur, Kutablang dan Gandapura. 

Selain itu, Syukri Abakar, mantan Keuchiek Gampong Cot Rambat, menambahkan, sudah 3 tahun dalam Musrenbang kecamatan jalan tersebut masuk prioritas untuk di aspal hotmix oleh pemerintah dan pada Musrenbang kabupaten 2018 jalan tersebut juga masuk urutan nomor 1 perangkingan usulan prioritas", jelasnya

"Terima kasih kepada Tgk Mauliadi dan donatur lainnya yang telah menyumbang dana untuk perbaikan jalan kami, semoga dengan aksi ini mendapat perhatian dari pemerintah dan dinas terkait," harap Syukri yang juga calon Imum Mukim Buket Rata.

Sementara itu, salah satu warga setempat yang akrab disapa Apadoi, sebutnya, "setahu saya sejak Indonesia Merdeka, jalan yang kami lintasi belum pernah tersentuh aspal, yang sering dijumpai taik lembu, taik kerbau berseliweran dijalan," katanya saat dijumpai media ini.

"Selain dilintasi masyarakat setempat, jalan ini juga dilintasi oleh lalu lalang kenderaan dump truck dan alat berat pengerjaan proyek waduk yang sedang dikerjakan di wilayah desa Tanjong Raya. Saya berharap tahun depan jalan tersebut sudah diperbaiki oleh pemerintah. Bila tak diperhatikan, kami mungkin akan kembali ke kabupaten Induk Aceh Utara," kelakarnya.  [SR]
Bagikan:
KOMENTAR