Kurang Perhatian Pemerintah, Wisata Air Terjun Nantampukmas Terbengkalai


author photo

8 Nov 2018 - 14.47 WIB


Radaraceh --- Kamis (08/11)Kota Subulussalam kaya akan Sumber Daya Alam (SDA)dan juga memiliki sejumlah lokasi wisata yang indah.Seperti di lansir Komppas kota ini memiliki seratus air terjun,dan baru beberapa saja dikelola.Namun sangat disayangkan, lokasi wisata tersebut kurang diperhatikan pemerintah daerah dalam hal ini Disporapar Kota Subulussalam.

"Salah satunya Air terjun Natampukmas dengan sungainya yg bagus,kurang terlihat peran pemerintah. Kalau dikelola dengan baik, saya yakin air terjun ini bisa sama dengan di daerah lain," kata Ruduansyah Kades Lae Mbersih, kepada media ini.

Yang menjadi keluhan warga Lae Mbersih ini merupakan hal yang biasa. Yakni, kebersihan,kerapian lokasi dan sistem keamanannya. Sebab, kebersihan merupakan salah satu daya tarik sebuah tempat wisata jika ingin ramai dikunjungi. Begitu pula dengan keamanan.

"Kalau seperti ini terus, lokasinya bisa bersemak belukar dan kotor. Tak menutup kemungkinan tidak ada lagi warga berwisata ke Natampukmas. Karena itu tadi, lokasinya tidak tertata rapi dan terkesan semak," ungkap Rudu.

Camat Penanggalan, Ronnies B mengatakan,Pemandian Air Terjun Nantampuknas yang ada di Desa Lae Mbersih itu merupakan salah satu potensi wisata yang dimiliki Kec.Penanggalan.Hanya saja, lahan air terjun tersebut masih milik warga,lokasi pondok2 dan kolam itu yang milik pemko.Sehingga pemerintah sulit mengembangkannya.

"Padahal, pengunjungnya banyak. Bukan hanya warga Subulussalam saja. Dari Pakpak Barat dan Aceh Singkil juga biasanya datang. Itu kalau libur hari raya," ungkapnya.

Ronis mengatakan, pihaknya telah mengusulkan pengembangan terhadap tempat wisata tersebut ke Disporapar Subulussalam selaku instansi yang menangani soal wisata. "Sangat disayangkan jika pemandian Air Terjun ini dibiarkan begitu saja tidak ada pengembangan,mungkin jika dikelola oleh desa via BUMDes, bisa menambah pemasukan desa",tutur Ronis.

Ruduansyah Kades Lae Mbersih mengatakan, setiap Minggu pemandian Air Terjun Nantampukmas ramai dukunjungi wisatawan. Baik dari Penanggalan atau kecamatan lain di Kota Subulussalam dan luar daerah. Ia mengaku pernah mendapat kabar jika pemerintah kota bakal mengelolanya. Namun, dirinya tidak mengetahui kepastian tersebut.

"Saya kira dulu sudah mau dikelola pemerintah, karena sudah dibuatkan jalan masuk. Dulukan tidak ada jalan masuk tapi sekarang sudah ada, apa lagi biasanya kadang juga membayar kalau masuk di pemandian Penuntungan/Natampukmas".

Rudu berharap agar wisata pemandian air terjun Nantampukmas bisa di tunjuk Tim pengelolanya oleh Pemko,agar bisa berjalan secara efektif.Karena selama ini wisata tersebut seperti mati suri lantaran tidak jelas pengelolanya.Padahal  puluhan ribu wisatawan datang per tahunnya.

Terpisah, Kadisporapar Kota Subulussalam Nasrul Padang menjelaskan, keterbatasan anggaran yang dimiliki Disporapar menjadi kendala utama. Selain itu, lahan di sekitar tempat wisata merupakan lahan masyarakat. Sehingga syarat mendapatkan dana dari Provinsi Aceh dan Kementerian Pariwisata sulit. Sebab, pihaknya wajib memiliki surat izin pengelolan tempat dan surat dari pemilik lahan.

"Kendala kami ada di lahan. Jadi, anggaran dari pemerintah,baik daerah, Lrovinsi dan Kementerian Parawisata tak bisa diperoleh," ujar Nasrul kepada Radar Aceh.

Nasrul, sapaan akrabnya, mengakui jika tempat wisata di Kec.Penanggalan tak hanya ada di Desa Lae Mbersih. Namun, dibeberapa desa lain di kecamatan tersebut juga memiliki tempat wisata menarik dan kerap dikunjungi masyarakat.Seperti Kedabuhan dan Tahura ( Desa Jontor),Arung jeram ,Silangit (desa Sikelang), hanya saja, tempat tersebut tak dapat dikelola maksimal Disporapar Subulussalam.

"Kami ingin kelola seperti apa ? Kalaupun ada anggaran, pasti bukan untuk pengembangan, tapi hanya untuk kegiatan saja," ujar Nasrul.

Menurut Nasrul Padang dinasnya belum pernah  mendapatkan anggaran dari Kementerian Parawisata,dan untuk pengembangan lokasi wisata selalu terbentur dengan izin kepemilikan lahan.(ID)
Bagikan:
KOMENTAR