Kecanggihan Meja Anatomi Tidak Pernah Digunakan, Biaya Praktek Mahasiswa Keperawatan ke Banda Aceh Free


author photo

28 Nov 2018 - 02.12 WIB


BANDA ACEH – Meja Anatomi dan peralatan gigi saat ini terletak dengan manis di dalam gedung Poliklinik Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh di kawasan Lampeuneruet, Aceh Besar. Alat tersebut diduga tidak pernah dipakai oleh Mahasiswa sebagaimana pengakuan mahasiswa yang diwawancarai oleh wartawan media ini, Rabu (28/11).

Sementara Kaprodi Keperawatan Meulaboh Bustami yang dihubungi via telepon selular mengaku mahasiswa nya melakukan praktek di rumah sakit jiwa belajar mata kuliah Anatomi dengan menggunakan alat seperti di Meulaboh yaitu phantom Anatomi. Alat yang ada di Politekkes hanya di gunakan untuk sosialisasi saja untuk kita perkenalkan saat praktek karna kita jauh, dan karna pun biaya sudah di tanggung oleh pemerintah semua dan yang penting semua sudah bayar kecuali untuk makan itu pun kita kusus untuk melakukan praktek di rumah sakit jiwa,"akunya.

"Dosen Keperawatan Langsa yang mengajarkan Anatomi Isni yang dihubungi melalui seluler pribadinya mengaku mahasiswa nya pernah melakukan praktek ke Banda Aceh di Poltekkes menggunakan Alat seperti sensor jadi nampak semua seluruh organ tubuh manusia,"jelasnya.

Tambahnya lagi dikaranakan dalam bahasa inggris nama alatnya jadi agak agak lupa lupa saya, mahasiswa yang belajar praktek di Banda Aceh itu semuanya D3 dan untuk anggaran praktek di poltekkes semua mahasiswa yang berangkat tidak dikenakan biaya sepeserpun kecuali untuk makan tidak di tanggung dan tidak ada pengutipan dari wali maupun dari mahasiswa,"jelas Dosen Isni pada wartawan media ini.

Lanjut, Isni Dosen dari Langsa kalau di Banda Aceh saya kurang tahu, karna alat tersebut tidak ada makanya kita pakai alat peraga seperti Phantom dan Tengkorak. Kalau yang canggih itu adanya di poltekkes kalau di Langsa belum ada kemarin tu kami hanya melakukan sosialisasi kepada mahasiswa yang ada di Langsa,"kilahnya.

Saat ditanya pernah melihat alat Anatomi digital tersebut, Dosen Isni mengaku pernah melihat alat tersebut, dan di Langsa belum ada. Saat mahasiswa melakukan praktek kerumah sakit jiwa disela sela praktek mereka yang masuk pagi pada tanggal 22 sampai dengan tanggal 23, mereka sekalian praktek jiwa,"akuanya dengan nada ragu pada wartawan media ini.

Saat ditanyakan kapan jadwal praktek mahasiswa di Poltekkes, Dosen Isni mengaku mahasiswa dari Langsa sudah sekalian dijadwalkan untuk praktek di Poltekkes dan Dosen Isni juga berjanji akan memberikan bukti absensi praktek mahasiswa yang melakukan praktek di Poltekkes Aceh dikarnakan saat dihubungi wartawan media ini sedang berada diluar kantor dan saat balik kantor akan saya berikan bukti absensinya janjinya pada wartawan media ini, namun sampai berita ini dilayangkan Sang Dosen Isni tidak membalas pesan singkat yang di kirim melalui WhatsApp dan tidak mau mengangkat telpon meski pun dengan nada masuk (R).
Bagikan:
KOMENTAR