Diduga Keracunan Makanan, Belasan Siswa SMKN 1 Gandapura Dilarikan ke Puskesmas


author photo

8 Nov 2018 - 15.42 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Belasan siswa SMKN 1 Gandapura diduga mengalami keracunan makanan di kantin sekolah setempat, Kamis (8/10/2018) sekira pukul 10.20 WIB siang.

Menurut keterangan salah satu dewan guru setempat yang namanya tak mau di publis, mengatakan, "sebanyak 16 siswa laki-laki kelas X dan kelas XII dari berbagai jurusan yang keracunan makanan tersebut mengalami gejala mual, pening dan ada 3 siswa mengalami muntah-muntah,

Lanjutnya, "mengantisipasi hal itu, pihak kami menghubungi pihak UPTD Puskesmas Gandapura dan sesaat kemudian datang mobil ambulance ke sekolah untuk membawa siswa yang diduga keracunan setelah makan nasi di sekolah setempat, sekira pukul 07.20 WIB sebelum apel pagi, bel jam pertama masuk sekolah", katanya

Terkait penyebab keracunan, menurut dokter piket di UGD Puskesmas Gandapura, dr. Nurul, kepada Radar Aceh mengatakan" kami belum mengetahui apa penyebab pasti keracunan sejumlah siswa tersebut. Saat ini kami berusaha memberikan pertolongan medis dan ada tiga korban yang harus di inpus yang dibawa tadi pukul 10.30 WIB bersama korban lainnya.

"Sementara ini, kami memberikan pertolongan medis dengan memberikan obat dan melihat kondisi selanjutnya", kata Nurul 

Informasi diperoleh media dari beberapa siswa mengakui, mereka makan di kantin sebelum apel pagi, dan baru merasakan mual-mual dan muntah dua jam kemudian tepatnya pukul 10.20 WIB. 

"Saya makan nasi dengan telur rebus, dan beberapa kawan lain ada yang pakai ikan tongkol dan ikan bandeng", sebut salah satu siswa tersebut yang diketahui bernama Rifat Zaki dari kelas I TKR kepada awak media 

Selain itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Gandapura Drs. Fadhli yang dihubungi media ini via Whatsapp membenarkan hal itu, "Tiga kelas siswa SMK N 1 Gandapura keracunan ikan tongkol tengah di tangani guru dan puskesmas Gandapura. Pihak medis sedang memeriksa kantin, mohon doa , tks" tulisnya yang saat ini berada diluar negeri dalam rangka magang guru pertanian, guru peternakan dan Kepala Sekolah SMK mulai 28 Oktober sampai dengan 11 November 2018 di Korea Selatan.

Lanjutnya, "Kepala Sekolah selalu mengingatkan siswa dan siswi utamakan makan nasi di rumah walau sedikit, dan kejadian ini ketahui orang tuanya masing-masing yang telah dilapor oleh guru dan wali kelas", tutupnya.

Sementara itu, penjual makanan di kantin "M", saat dikonfirmasi media ini, menjelaskan, "siswa tersebut makan sebelum apel pagi sekolah. Mereka makan seperti biasa, nasi guri dengan lauk bervariasi, tongkol, bandeng, telur dadar, telur rebus dan sambal", ungkapnya

Dikatakannya, "Saat mereka makan biasa saja tidak menampakkan gejala apa-apa dan nasi habis dimakan. Malahan saya sendiri juga makan nasi tersebut tapi tidak terjadi apa", 
 
Sambungnya, "Saya bersama dua penjual lainnya sudah berjualan sejak sekolah ini berdiri tahun 2009 sampai sekarang, dan belum pernah melihat ada siswa keracunan setelah makan nasi dan jajanan di tempat kami", sebut M yang dagangannya menjadi favorit para siswa.

"Saya baru mengetahui, siswa keracunan ketika datang tim medis bersama dewan guru dan mengambil sampel ikan tongkol dan bandeng yang di makan siswa, malahan ada siswa kelas XII sebanyak 4 orang juga memakan nasi yang sama, tapi tidak mengalami apa-apa", ungkapnya 

Sampai berita ini ditayangkan, sejumlah 16 siswa menurut catatan medis Puskesmas Gandapura yang diduga korban keracunan makanan sudah dalam kondisi membaik tanpa harus dirujuk ke rumah sakit kabupaten. Mereka juga sempat dijenguk oleh beberapa personil Polsek Gandapura yang sedang melakukan patroli rutin.

Para korban sudah diperbolehkan pulang oleh pihak Puskesmas yang dijemput oleh orang tua masing-masing siswa sekira pukul 12.10 WIB tadi. [SR]
Bagikan:
KOMENTAR