Banyak Partai Iblis Anti Syariat, LPI Aceh: Politikus Harus Jaga Harga Diri Sebagai Rakyat Aceh


author photo

24 Nov 2018 - 13.36 WIB


Aceh --- Selama dua pekan terakhir ini publik sedang framing dengan berita pernyataan sikap pandangan dua tokoh partai politik, Yaitu ketua partai solidaritas Indonesia (PSI) dan ketua partai NasDem terhadap perda syariat, Sabtu (24/11)
 
Sehingga bermunculan pro kontra di tengah tengah masyarakat luas, bahkan bermacam kritikan pedas dituturkan dari kalangan umat Islam dan umat beragama lain di Indonesia yang kecewa dengan pernyataan penolakan perda syariat itu. 

Sebagaimana pernyataan ketua umum partai solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dalam pidatonya bahwa partainya harga mati misi penolakan perda syariah.

Demikian pula pernyataan  Surya Paloh ketua umum partai NasDem, yang menyatakan tidak perlu perda syariat bagi daerah lain selain Aceh. 

Kejadian ini juga mendapatkan kritikan dari kalangan laskar pembela Islam (LPI)  Aceh. Tgk Khairul Rizal selaku panglima daerah LPI Aceh, mengaku dirinya sangat kecewa dengan sikap sikap partai yang ngawur seperti itu, bahkan terkesan partai mereka lebih pro ibblis ketimbang syariat Islam. 

Tgk Khairul Rizal yang akrab disapa abu gan ini menyampaikan, Disinilah nampak identitas keislaman dan keacehan bagi politikus politikus Aceh yang berada dalam partai partai yang tidak mendukung syariat Islam ini. Bagai mana sikap tegas politiknya, pilih harga diri (Islam) atau tetap bersikap pluralisme.

Sebaiknya rakyat Aceh jangan ada yang mau jadi kader dan pengurus partai anti Islam itu, biar diaceh tidak ada partai yang anti Islam harap Abu Gan.

Jika partai partai iblis ini juga tetap ada diaceh, maka Aceh akan terjadi konflik ideologi,"tutupnya.(Rel)
Bagikan:
KOMENTAR