Tidak Ingin Tertinggal, Kemenag Atam Gelar Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah


author photo

31 Okt 2018 - 07.44 WIB


Radaraceh.com, ACEH TAMIANG _ Sekarang telah memasuki era Digital, dimana semua harus serba cepat, instan, dan canggih. Begitu juga dunia pendidikan di Indonesia saat ini. 

Pada era masa kini semua dituntut serba canggih dan mengikuti pergerakan zaman, teknologi pun kian merambah ke dunia pendidikan. 

Jika kita lihat cara mengajar konvensional, dimana Guru menerangkan ke murid, menulis di papan tulis, kemudian para Murid disuruh mencatat penuh kedalam buku mereka masing-masing. Apakah ini efektif? Jika dilihat dari penjelasan diatas, sangat jelas bahwa metode tersebut kurang efektif digunakan saat ini, karena terlalu banyak menghabiskan waktu hanya untuk menulis atau menyalin ke buku catatan. 

Akan tetapi masih ada saja yang menggunakan cara mengajar yang jadul di era yang sudah serba cepat dan canggih saat ini.

Berbeda sekali jika kita melihat seorang guru yang mengikuti perkembangan zaman dalam mengajar, mereka menggunakan sistem mengajar yang tidak biasa, mereka menggunakan yang namanya proyektor, proyektor yang dulu hanya dipakai dikalangan orang kantoran saja kini bisa diterapkan di sekolah. 

Hal tersebut merupakan kemajuan sistem belajar mengajar yang harusnya sudah diterapkan dan dikembangkan di sekolah-sekolah. Apa saja manfaatnya bagi kemajuan sistem pendidikan kita?, tentu banyak manfaatnya. Dari efektifnya kegiatan belajar mengajar, suasana kelas yang tidak jenuh, serta membuat para siswa menjadi lebih sadar bahwa pentingnya teknologi bagi kegiatan di sekolah.

Salah satu alasan tersebutlah yang menggugah Kementrian Agama Aceh Tamiang khususnya Bidang Pendidikan Madrasah membuat Worksop bagi seluruh jenjang madrasah yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang, mulai dari RA, MI, MTs, dan MA dalam peningkatan mutu pendidikan di Madrasah.

"Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu Pendidikan, yang paling mendasar adalah meningkatkan kemampuan pengajar (guru-Red) terlebih dahulu, dapat melaui pendidikan maupun pelatihan dan juga pembinaan", ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tamiang Drs Hasan Basri. MM saat membuka workshop, Selasa (30/10), yang di laksanakan di Kampus STAI Aceh Tamiang, Kampung Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru.

Serta berani melakukan inovasi dalam hal pengembangan diri, gunanya agar dapat meningkatkan kualitas anak didik nantinya, kata Hasan Basri lagi.

Sementara itu, disela sela kegiatan workshop, Kasipenmad, Zainuddin. S.Ag kepada Radaraceh.com menjelaskan bahwa tujuannya digelar workshop tersebut tidak lain agar pendidikan Madrasah di Kabupaten Aceh Tamiang dapat bersaing dalam dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Katanya. 

Kegiatan workshop tersebut, tambah Zainuddin, diikuti 119 peserta, 40 dari tingkat RA, yang dalam hal ini diikuti langsung oleh Kepala, 26 dari tingkat MI Negeri dan swasta, di wakili oleh Wakil Kepala Madrasah bidang kurikulum, 26 tingkat MTs Negeri dan swasta, juga diwakili Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, dan yang terakhir MA Negeri dan swasta, juga diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum. 

Perwakilan Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) di semua tingkatan juga hadir mengikuti kegiatan tersebut, masing masing diwakili sebanyak tiga orang, katanya lagi.

Sedangkan pemberi materi pada workshop tersebut adalah seluruh pengawas madrasah semua tingkatan, RA, MI, Mts, dan MA, dibawah kementerian Agama Aceh Tamiang. Tandas Zainuddin. 

Tidak hanya itu, pada workshop tersebut juga mengajarkan bagaimana Madrasah harus mampu dalam pembuatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah. Dan sehubungan dengan hal tersebut, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menerbitkan Permendikud Nomor 61 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Khusus untuk pengembangan KTSP kurikulum 2013 diatur sebagai berikut; 

Komponen KTSP meliputi 3 dokumen.
Dokumen 1 yang disebut dengan Buku I KTSP berisi sekurang-kurangnya visi, misi, tujuan, muatan, pengaturan beban belajar, dan kalender pendidikan.
Dokumen 2 yang disebut dengan Buku II KTSP berisi silabus, dan
Dokumen 3 yang disebut dengan Buku III KTSP berisi rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun sesuai potensi, minat, bakat, dan kemampuan peserta didik di lingkungan belajar.
Dan Panduan penyusunan KTSP diatur dalam Permendikbud Nomor 61 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pada Pendidikan Dasar dan Menengah. 

Penyusunan Buku I KTSP menjadi tanggung jawab kepala sekolah/madrasah,sedangkan penyusunan Buku III KTSP menjadi tanggung jawab masing-masing tenaga pendidik.Buku II KTSP sudah disusun oleh Pemerintah.[] zul
Bagikan:
KOMENTAR