Senator DPD RI Fachrul Razi: Jadilah Pemimpin Yang bermanfaat dan berbagi ilmu


author photo

2 Okt 2018 - 10.38 WIB


Banda Aceh | Jambore Sosmas Sumbagut mengadakan seminar dengan mengangkat tema " Kuabdikan Diri dari Satu Langkah Kecil Menuju Sejuta Kebaikan ",  bertempat di Lt. 3 Auditorium Utama FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (01/10/2018).

Turut serta sebagai pemateri  Senator DPD RI, Fachrul Razi MIP, serta Tokoh Perempuan Aceh, Bunda Iliza Sa'aduddin Jamal (Mantan Walikota Banda Aceh). 

Kegiatan sebagai bagian dari program Sosmas Badan Eksekutif  Universitas Syiah Kuala dengan menyambut Unsyiah Fair Ke 13 yang mana sebagai acara tahunan, Penciptaan insan akademik yang kritis, gemar melakukan penelitian, berprestasi dalam akademik, serta kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat disekelilingnya adalah suatu harapan dari bangsa ini. Perguruan tinggi yang ada memungkinkan untuk menjadi tempat mengasah semua potensi yang dimiliki oleh insan akademik tersebut. 

Senator Fachrul Razi mengatakan bahwa pemimpin yang bermafaat bagi orang lain adalah seorang pemimpin harus mampu bermanfaat bagi orang lain. Dirinya mengajak agar generasi sekarang menggunakan kekuasaan dan jabatan untuk membuktikan  bahwa kita adalah pemimpin yang telah membuat perubahan dan bermanfaat bagi orang banyak.

"Buatlah orang disekitar kita dapat memanfaatkan ilmu dan pengalaman kita untuk mengubah hidup mereka menjadi jauh lebih baik. Dan Generasi muda harus menawarkan gagasan baru, pikiran baru, ide baru, keinginan baru, dan kehendak yang dapat keluar dari comfort zone (zona nyaman). Segala kebiasaan yang tak sesuai dengan perubahan," jelasnya.

Dirinya menegaskan bahwa pemimpin yang bermanfaat bagi orang lain dan mendorongnya kepada keadaan yang lebih positif terhadap perubahan.
 
Menurut Fachrul Razi, ada empat pola perilaku kepemimpinan transformatif. Pertama, memiliki pengaruh. Seorang pemimpin memiliki pengaruh yang besar terhadap orang lain. Ia memiliki semacam kharisma dan menjadi model positif (panutan) bagi karyawan atau bawahannya. Kedua, memberi inspirasi (inspirational motivation). 

Pemimpin mengedepankan nilai-nilai budaya bagi lingkungannya, termasuk di dalamnya menanamkan visi yang inspiratif. Pemimpin berperan sebagai pembangkit semangat teamwork, antusiasme, dan optimisme di antara sesama rekan kerja. Ketiga, memberi arah, suluh, pedoman. Jadilah sosok yang memberikan ilmu dengan baik, mampu memberi dorongan bagi para pengikutnya untuk bekerja mencapai tujuan bersama. Keempat, cerdas secara intelektual dan emosi. 

"Dia dapat mempengaruhi lingkunganya untuk memandang permasalahan dengan perspektif dan kesadaran yang jernih. Menjadikan orang lain mampu berpikir positif, berpikir tentang solusi, jelasnya. 

"Jadilah generasi yang mampu menjadi agen perubahan," ajakannya.

Fachrul Razi menyarankan agar menjadi Agen perubahan sebagai seorang individu atau kelompok yang memengaruhi orang lain dalam mengambil keputusan inovasi agar sesuai dengan yang diharapkan oleh bentuk perubahan itu sendiri. "Agen perubahan biasanya mengadopsi sebuah ide baru, tetapi dia juga dapat memperlambat proses difusi dan mencegah suatu adopsi dari inovasi dengan efek yang tidak diharapkan," tambahnya.
 
"Indonesia membutuhkan banyak pemuda pencari solusi, bukan pemuda pencaci maki," teriak Fachrul Razi.
 
Fachrul Razi juga memberikan empat langkah menjadi pemimpin, menurutnya pertama membangun sikap bersyukur dan tingkat dosis kepedulian. Kedua, berpikir positif dan memperluas wawasan keilmuan serta melipatgandakan pengalaman. 

"Ketiga, berani berbeda dan menembus batas serta tidak alergi terhadap perubahan dan langkah ke empat adalah fokus pada tujuan dan disiplin mengikuti proses serta pasrah hasil pada Allah. "Langkah kelima adalah membangun sikap bersyukur dan tingkat kepedulian," tutup Fachrul Razi.(Rel)
Bagikan:
KOMENTAR