Ribuan Masyarakat Kota Langsa Hadiri Tabligh Akbar


author photo

13 Okt 2018 - 12.58 WIB


LANGSA - Ribuan masyarakat Kota Langsa menghadiri tabligh akbar dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad SAW 1440 H yang berlangsung di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Jum'at (12/10/2018) malam.

Tabligh akbar yang mengusung tema "Amar Ma'ruf Nahi Mungkar" ini menghadirkan Habib Bahar Bin Smith dari Jakarta sebagai penceramah.

Ketua Majelis Gabungan Ormas Kota Langsa Abati Mukhtar Aramia mengucapkan selamat datang kepada Habib Bahar beserta rombongan.

Dirinya berharap tabligh akbar ini dapat memberikan semangat kepada warga Kota Langsa untuk berjihad dan menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, "Harapan kita akan membawa semangat kepada kami semua untuk berjihad di Kota Langsa, sehingga Kota Langsa akan menjadi Kota Madani,"katanya.

Walikota Langsa Tgk. Usman Abdullah, SE saat memberikan sambutan mengatakan, kedatangan Habib Bahar semoga membawa berkah dan setelah mendengarkan tausiyah akan lebih meningkatkan ketaqwaan kepada Allah dan kecintaan kepada Rasulullah.

Walikota berpesan kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk dapat menyimak ulasan yang disampaikan oleh habib, sehingga ada hasil yang bisa dibawa pulang setelah acara selesai.

"Bukan hanya sekedar berkumpul disini, namun ada hal yang kita bawa pulang setelah acara ini, dan kita dapat meresapi apa yang disampaikan sehingga terus meningkatkan ketaqwaan kita," ujarnya.

Sementara itu, Habib Bahar Bin Smith dalam tausiyah mengupas sirah nabawiyah, perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, tantangan dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah hingga kecintaannya terhadap ummat yang tinggalkannya.

Dikatakannya, malam yang paling utama, paling mulia dari seluruh malam – malam yang ada adalah malam kelahiran baginda nabi besar Muhammad SAW, setelah malam kelahiran Nabi baru malam lailatul qadar, setelah malam lailatul qadar baru malam jum'at.

Menurut imam Alkasytalani, kata Habib, malam maulid lebih utama dari lailatul qadar karena tiga perkara, yaitu malam lailatul qadar adalah turunya malaikat sedangkan malam maulid malam lahirnya Nabi Muhammad, malam lailtul qadar adalah anugrah yang Allah berikan kepada umat nabi Muhammad sedangkan malam maulid adalah malam lahirnya seseorang yang diberikan anugrah tersebut, lailatul qadar adalah karunia dan rahmat Allah bagi umat nabi Muhammad saja bukan kepada umat – umat yang lain, sedangkan lahirnya nabi Muhammad bukan saja rahmat untuk umatnya tapi untuk seluruh alam semesta.

Lanjut habib Bahar, orang yang merayakan maulid adalah orang yang mengungkapkan kegembiraannya dengan lahirnya Nabi.

"Didalam acara maulid menceritakan sejarah nabi Muhammad, kisah-kisah nabi agar kita tahu bagaimana sejarahnya nabi Muhammad SAW,"imbuhnya.

Usai menyampaikan tausiyahnya, Habib Bahar menutup tabligh akbar dengan membacakan doa untuk masyarakat Lombok dan Palu yang sedang tertimpa musibah.(W)
Bagikan:
KOMENTAR