Pileg 2019, DPW PAKAR Bireuen Siap Kawal Money Politik


author photo

6 Okt 2018 - 22.14 WIB


RADAR ACEH | Bireuen - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Pusat Analisis Kajian Advokasi Rakya Aceh (PAKAR) Kabupaten Bireuen siap mengawal money politik dan mengadvokasi penyelenggaraan Pemilu Damai yang bersih, jujur dan adil di Bireuen pada 2019 mendatang.

Hal tersebut dikatakan Ketua DPW PAKAR Bireuen M Iqbal S. Sos dalam Konferensi Pers di aula warkop Bireuen Partee, Sabtu (6/10/2018) sore.

Ia meminta seluruh lapisan elemen masyarakat agar menyukseskan pemilu yang bersih, jujur  dan bertanggung jawab serta jauh dari praktik money politik.

"Mengingat pemilu 2019 sangat rawan potensi kecurangan, maka publik harus peka menyikapi kondisi tersebut, termasuk harus menghindari bujukan caleg tertentu yang memberikan uang, supaya memilih mereka dalam pemilu 2019 ini, "ujarnya.

Dikatakan juga, PAKAR menyatakan siap untuk mengawal dan mengadvokasi proses penyelenggaraan pemilu. Sehingga dapat berlangsung sesuai hati nurani, serta aspirasi masyarakat dalam memilih wakilnya di legeslatif maupun presiden.

Iqbal berharap kepada seluruh lapisan masyarakat yang memiliki hak pilih, agar menggunakan hak politiknya pada pemilu, serta tidak golput, jangan terpengaruh dengan provokator jangan sampai rakyat menjadi rugi dikemudian hari, juga jangan sampai terpengaruh dengan money politik.

"Kita juga meminta kepada penyelenggara pemilu, mulai KIP, PPK, PPS, Bawaslu, Bawalu Kecamatan dan PPL, agar dapat melaksanakan tugas secara ptofesional serta tidak melakukan tindakan yang melanggar etika, "terang Iqbal.

Sementara itu Direktur Eksekutif PAKAR Aceh, Muhammad Khaidir SH menjelaskan, pihaknya tidak memiliki interest terhadap caleg tertentu dan secara organisasi, selalu berkomitmen menjaga netralitas.

"Jika ada anggota kita yang terlibat dalam tim sukses, atau mencalonkan diri pada pileg maka akan diberhentikan secara tidak hormat alias dipecat, "ucapnya.

Menurutnya ini hanyalah demi menjaga semangat bersama, untuk terus mewujudkan pemilu yang bersih, tidak dinodai oleh kecurangan para kandidat yang ambisius, sehingga menghalalkan segala cara demi merebut kursi empuk di parlemen. (faZ)
Bagikan:
KOMENTAR