Pengawasan Pelaksanaan Pemilu di Aceh Timur Lemah


author photo

14 Okt 2018 - 08.58 WIB


Aceh Timur - Lemahnya pengawasan pelaksanaan Pemilu di Aceh Timur membuat banyak caleg yang lolos masih aktif di Lembaga Pemerintah, seperti Perangkat Desa, dan Lembaga non pemerintah lain yang dananya bersumber dari keuangan Negara, Minggu (14/10).

Padahal, tim pengawasan pelaksanaan Pemilu telah terbentuk mulai dari kabupaten, kecamatan hingga ke tingkat pedesaan. Namun sejumlah caleg lulus tanpa mengundurkan diri dari jabatan atau pekerjaannya di Lembaga yang dananya bersumber dari negara.

Lolosnya para caleg tersebut kini menjadi pembahasan hangat di Aceh Timur,  di setiap warung atau caffe-caffe. Bahkan sempat muncuat dugaan adanya permainan antara komisioner KIP dengan caleg yang lolos tersebut.

Anehnya, Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur H Mulia Karim, S.Ag, MH yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu kalau ada caleg lolos tidak memenuhi pasal 27 PKPU nomor 20 Tahun 2018 tentang pencalonan anggota DPR. 

" Maaf bg..saya tidak tahu ada caleg yang yang masih mempunyai status aktif bekerja pada pemerintah karena tidak pernah ada laporan dari masyarakat, dari panwaslu juga tidak ada laporan". Kata Mulia Karim

Pegawai Negeri Sipil ( PNS) non aktif ini menambahkan, kalau ada rekomendasi dari panwaslih Aceh Timur  pihak KIP  siap untuk menindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku 

Sementara ketua Panwaslih Aceh Timur, Maimun, S.pd mebenarkan belakangan ini  telah mendapatkan informasi ada beberapa caleg yang belum mengunndurkan diri dari intansi tertentu.

Menurutnya, panwaslih sedang mengecek kepastian informasi tersebut, dan pihaknya berharap kepada masyarakat untuk melaporkan ke panwaslih jika memang didapatkan ada caleg yang masih aktif di lembaga pemerintah atau lembaga lain yang dananya bersumber dari pemerintah. 

" Apabila ada informasi dan didapatkan bukti serta saksi, atau terpenuhi syarat formil dan materil akan kita tindak sesuai dgn aturan pemilu yang berlaku.(A,007)
Bagikan:
KOMENTAR