Menuai Polemik Eks PJKA, Tetap Dilanjutkan Pembangunan Pertokoan


author photo

17 Okt 2018 - 23.05 WIB


Bireuen - Polemik terkait lahan eks PT Perusahaan Jasa Kereta Api (PJKA) di Bireuen, yang merupakan aset PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero rencananya segera dibangun komplek pertokoan mewah dipusat kota juang Bireuen oleh pihak pengontrak yaitu H.Jamaluddin.

Dalam pertemuan jumpa pers dengan awak media H Jamaluddin di warkop Optimum Coffe, Rabu (17/10/2018) mengatakan dengan mengantongi sertifikat, IMB dengan masa kontrak 25 tahun, dimana konsep Pembangunan Komplek Pertokoan mewah yang saya rencanakan di lokasi tersebut juga dapat menyumbang PAD, seperti mulai dari ijin mendirikan bangunan, ijin usaha si pemilik toko, serta retribusi lainnya yang menguntungkan daerah.

Dalam dialog tanya jawab dengan sejumlah awak media, pengusaha sukses yang kerap disapa H Jamal 88, menjelaskan bahwasannya dirinya selaku pihak yang pengontrak lahan dengan PT KAI akan melanjutkan pembangunan  komplek pertokoan di lahan dengan luas 11.000 m tersebut.

"Melanjutkan pembangunan dengan konsep pertokoan mewah mungkin kawasan tersebut akan nampak lebih indah dari sebelumnya, dan salah satu faktor tertunda pembangunan sebelumnya dikarenakan sebagian lahan masih difungsikan sebagai pasar pagi Kota Bireuen "ujarnya.

Menurutnya, status penggunaan lahan ini, sesuai kontrak dengan pihak PT KAI dan sudah memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang dikeluarkan oleh BPN Namun, ketika ditanyai harga sewa lahan , H. Jamal enggan menyebutkan besaran jumlah kompensasi yang diberikan kepada pihak PT KAI.

Dijelaskannya, terkait persoalan IMB dia telah melakukan pengurusan sejak 2007 silam, atau satu paket dengan IMB pada kawasan pertokoan yang sudah berdiri sejak beberapa tahun lalu.

"Sesuai kontrak dengan PT KAI, kami memiliki hak atas lahan itu mulai dari arah timur hingga barat. Karena dulu masih ada pedagang, maka pekerjaan tidak kami lanjutkan. Namun, sekarang akan dibangun lagi," jelas H Jamal.

Selanjutnya, H Jamaluddin berulang kali menegaskan apabila komplek pertokoan ini nanti sudah terbangun, menurutnya wajah kota akan lebih indah dan rapi dengan adanya fasilitas bangunan megah di tengah pusat kota.

Seiring berjalannya tahapan pembangunan Komplek pertokoan yang direncanakan oleh H Jamal pada lokasi eks pasar pagi tersebut, ternyata menuai kontroversi berbagai dari berbagai kalangan masyarakat, seperti dikabarkan pada bulan lalu oleh salah seorang dewan perwakilan rakyat Bireuen terkait planing pembangunan komplek pertokoan yang dikataknya hanya bersifat komersil, menguntungkan sebelah pihak sipengusaha saja, dan tanpa melibatkan Pemerintah daerah diplomasi itu setidaknya dapat dibangun berbagai fasilitas lainnya.

Selain bangunan Ruko dimana lokasi yang strategis di tengah pusat kota dapat diwacanakan berbagai planing lainnya yang lebih berdampak terhadap ekonomi masyarakat, secara umum serta mendongkrak PAD Bireuen. (faZ)
Bagikan:
KOMENTAR