Kuota Dibatasi, Pasien Rujukan dari Gandapura Keluhkan Pelayanan RS BMC Bireuen


author photo

31 Okt 2018 - 17.47 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Kekecewaan sejumlah pasien dari Kecamatan Gandapura terhadap pelayanan Rumah Sakit (RS) Bireuen Medical Center (BMC) terkait pembatasan kuota yang ditentukan pihak BPJS dengan RS sebanyak 55 pasien perhari, Rabu (31/10/2018).


Terkait pembatasan kuota tersebut, salah satu tokoh masyarakat Gandapura Tgk Mauliadi ketika bersilaturahmi dengan sejumlah pasien dari wilayahnya itu menerima banyak keluhan.


Dikatakannya, "Masyarakat Gandapura merasa kecewa terhadap keputusan pihak Rumah Sakit dan BPJS tentang jumlah penerimaan pasien sakit mata, dimana dalam satu hari cuma 55 orang yang dilayani," ungkap Mauliadi yang juga Caleg DPRK Bireuen dari Dapil III Kutablang, Makmur dan Gandapura itu.


Lanjutnya, "Sementara pasien sakit mata cukup banyak yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat, baik dari orang tua yang lanjut usia, mahasiswa dan siswa di Kabupaten Bireuen," imbuh Mauliadi.


Disamping itu, Caleg Partai Aceh ini juga berharap kepada pihak RS BMC dan dinas terkait harus menimbang dan mencari solusi agar masyarakat (pasien-red) setelah rujukan dari Puskesmas di kecamatan tidak merasa kecewa, apalagi Gandapura adalah kecamatan dalam wilayah kabupaten Bireuen yang terletak paling ujung timur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Utara.


"Kan agak jauh bolak balik ke Bireuen kalau hanya untuk berebut nomor antrian untuk berobat karena dibatasi," pungkas mantan Teungku Imum Meunasah itu. 


Hingga berita ini ditayangkan, media belum berhasil melakukan konfirmasi dengan pihak Rumah Sakit terkait hal tersebut. [REL/SR]

Bagikan:
KOMENTAR