Korlap Iskandar: Konyolnya Pernyataan Wabup Bireuen Rp1,9 M Tak Sebanding Dengan Rp400 M dari APBA


author photo

10 Okt 2018 - 00.25 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Pernyataan Wakil Bupati Bireuen Dr. Muzakkir, SH, M.Si yang menyebutkan bahwa harga Rp1,9 milyar tak sebanding dengan Bupati Saifannur yang telah mampu membawa anggaran APBA hampir Rp 300 milyar lebih, sehingga bisa dianggarkan begitu saja, menurut kami pernyataan itu sangat konyol. 

Hal itu dikatakan Iskandar kepada Radar Aceh via press release, Selasa (9/10/2018) malam.

Lanjutnya, "Jangan lupa apa itu hak dan kewajibannya sebagai Bupati. Beliau (Saifannur-red) juga digaji oleh negara, dan memajukan daerah adalah kewajibannya. 
Kalau mau bonus, publik tidak bodoh dan lupa bahwa dirinya pernah mengatakan akan menghibahkan dirinya untuk Bireuen. Apakah ini hanya bualan semata," celetuk Iskandar 

"Memang secara regulasi pengadaan mobil tersebut dibolehkan. Tapi butakah hati nurani pemimpin kita saat ini, karena masih banyak sekali masyarakat yang terhimpit dengan ekonomi, pengangguran semakin bertambah, reformasi birokrasi seolah stagnan, dan banyak sekali soalan Bireuen yang tidak tertangani dengan baik. Lagipula anggaran yang disebutkan oleh Wabup, diprioritaskan untuk pembangunan fisik saja", katanya 

"Maka dari Itu, kami dari AMKB akan terus bersuara dan menolak pengadaan mobil dinas Bupati Rp1,9 milyar tersebut bahkan akan terus mendesak DPRK untuk segera dibatalkan. 

"Kalau memang DPRK tidak merespon tuntutan kami, maka jangan salahkan kalau kami masyarakat bertindak tegas bahkan akan kami adakan aksi yang lebih besar lagi,

Sambungnya, "Suara kami adalah suara rakyat, karena apa yang kami suarakan selama ini bukan demi kepentingan kami, tapi demi kesejahteraan masyarakat Bireun".

"Namun bila ada yang mengatakan kondisi ekonomi sekarang sudah membaik, maka mari sama-sama kita turun ke gampong-gampong dan pelosok desa untuk kita lihat apakah masih ada masyarakat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan," sebut Tuih begitu sapaan akrabnya.

"Kalau sudah kita lihat langsung, baru bisa kita katakan bahwa ekonomi masyarakat Bireuen sekarang udah mulai membaik. Kalau cuma duduk dikantor tidak pernah masuk ke gampong-gampong dan pelosok desa, maka kemiskinan masyarakat tidak bisa terlihat.

"Jadi tidak ada gunanya Bireuen bisa bawa pulang anggaran APBA Rp400 Milyar kalau masyarakat masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan", pungkas Iskandar mengakhiri. [REL/SR]


Bagikan:
KOMENTAR