Ketua GPPM: Minta DPRK Stop Persetujuan Mobil Mewah Kepada Bupati Bireuen Dalam APBK P 2018


author photo

4 Okt 2018 - 13.17 WIB


Bireuen --- Terkait pengadaan mobil dinas baru untuk Bupati Bireuen, ketua Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) tidak sepakat dengan pengadaan tersebut pada APBK-P 2018. Hal tersebut disampaikan oleh Azhari Ketua GPPM Bireuen melalui siaran Pers Realease kepada media ini, Kamis (4/10).

Karena kalaupun mau dianggarkan secara bersama oleh Esekutif dan Legislatif jangan seperti dipaksakan, seharusnya dianggarkan beberapa tahun kemudian dan harganya pun lebih murah jangan anggapan publik nanti terkesan Bupati Bireuen Sekarang H Saifannur- Dr Muzakkar Agani Msi, suka menghambur hamburkan uang rakyat dengan berfoya foya sesuka hatinya dalam APBK Bireuen.

Kami meminta pada pihak DPRK Bireuen untuk membatalkan pembelian mobil mewah operasional Bupati Bireuen, karena masih bayak masyarakat Miskin yang lebih membutuhkan keperluan untuk dibantu prioritaskan dalam APBK Bireuen, baik beasiswa untuk mahasiswa dan santri dayah serta untuk Pemberdayaan Ekonomi masyarakat  Miskin supaya lebih berguna  bermamfaat,"Sebut Azhari.

Selama ini masih banyak masyarakat menghuni rumah tidak layak huni, maka lebih baik uang membeli mobil itu di alihkan saja pada yang lebih kebutuhan yang ideal dan terdeaak daripada membeli mobil dinas mewah merek "Toyota Land Cruiser Prado", tipe tinggi dengan anggaran Rp1,9 miliar belum waktunya yang tepat, lebih baik sesuaikan saat kondisi APBK Bireuen Devisit.

Kita minta Bupati  Bireuen H Saifannur, sering mengatakan "Siap Akan Mewakafkan Diri" dalam upaya membantu rakyat miskin membutuhkan bantuannya dalam menjabat sebagai Kepala Daerah Bireuen",Cetus  Azhari Aktivis Perduli Dhuafa di Bireuen.

Pembelian itu disahkan dalam sidang paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten Bireuen (APBK-P) 2018 pada Minggu (30/9/2018) malam yang dilangsungkan di kantor DPRK setempat.

Azhari, mengajak semua elemen masyarakat cerdik pandai, Mahasiswa, LSM, Ormas dan Rekan Perss. Mari kita bersatu untuk menolak pembelian mobil baru untuk Bupati Bireuen, lebih baik uang itu di alihkan pada pembangunan ekonomi masyarakat yang lebih berguna diberbagai sektor publik lainnya",Kata Azhari Aktivis Bireuen ini.

Apalagi pada Tahun 2017 yang lalu saat dijabat oleh Mantan Bupati Bireuen H Ruslan M Daud, pihak DPRK Bireuen juga pernah meloloskan pengadaan sejumlah Mobil Operasional Mewah "Pajero Sport" dalam APBK T/A 2017 Bireuen pada tahun yang lalu,katanya untuk kebutuhan dan keperluan Pemda Bireuen serta kepada Instansi Vertikal lainnya yang ada di Bireuen dengan jumlah Anggaran Per Unit Mobil Mewah Tersebut "1 Milyar" yang di Poskan Anggaran Melalui Kabag Umum Pemkab Bireuen pada tahun yang lalu.

Maka oleh karena itu dari berbagai pertimbangan dan masukan,kami  yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Perduli Masyarakat Bireuen (GPPMB) secara tegas menolak pengalokasian Anggaran Publik, termaksud penghamburan uang publik dengan cara pemborosan dalam mengelola uang rakyat Kabupaten Bireuen. Bila tidak digubris dan direspon oleh pihak Esekutif dan Legislatif Bireuen,tentu jangan salahkan kami melakukan Demontrasi turun kejalan dalam menyampaikan hak kemerdekaan memberi pendapat di muka umum sesuai UU Kemerdekan Memberi Pendapat didepan Umum. ",Tegasnya Azhari dalam siara Press Release.
Bagikan:
KOMENTAR