Kapolda Aceh: Kematian Mahyarudin Murni Keteledoran Anggota Kami


author photo

24 Okt 2018 - 20.29 WIB


Radaraceh.com, ACEH TAMIANG _ Kapolda Aceh, Inspektur Jendral Polisi Rio S Djambak menyampaikan bahwa kematian Mahyarudin adalah murni dari kesalahan dan keteledoran anggotanya. 

"Insiden ini murni keteledoran anggota kami, dan dalam hal ini saya bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian ini dan menerima segala konsekuensinya", ungkap Kapolda Aceh ketika melakukan pertemuan di Aula Setdakab Aceh Tamiang bersama FORKOPIMDA Kabupaten Aceh Tamiang, dan seluruh pemuka adat serta tokoh masyarakat dan juga seluruh Datok Penghulu yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (24/10).

Tentunya juga, tambah Rio, kita berharap situasi kondisi di Aceh Tamiang ini dapat kembali normal dan kita tidak mau terjadi Di daerah lain, dan saya tegaskan kembali "ada kekeliruan anggota kami, dan saya selaku Kapolda Aceh bertanggung jawab atas kejadian ini, dan saya akan memproses kasus ini kepada anggota yang bersangkutan". 

Rio juga menjelaskan bahwasanya pihaknya telah memberikan penindakan terhadap anggotanya yang telah melanggar kode etik tersebut dengan memutasi dan mencopot jabatan Kapolsek Bendahara dan tiga anggotanya. "kami sudah menindak Kapolsek Bendahara dan ketiga anggotanya dengan membebas tugaskan dengan mencopot dan mutasi jabatan, dan ini langsung atas perintah Kapolri Tito Karnavian", katanya.

Sebelumnya, IRJEN POL Rio S Djambak menyampaikan ucapan maaf serta belasungkawa yang sedalam dalamnya atas kejadian yang telah menimpa saudara Mahyarudin, "saya mengucapkan maaf sebesar besarnya kepada masyarakat Aceh Tamiang, khususnya keluarga korban dan belasungkawa yang sedalam dalamnya mewakili institusi Kepolisian", ungkapnya.

Jendral bintang dua tersebut juga meminta agar masyarakat dapat menjaga keadaan yang telah kondusif saat ini dan tidak terpancing oleh isu isu yang berkembang. "mari kita jaga Aceh yang telah kondusif pasca konflik, jangan sampai kita terpecah disebabkan insiden yang baru saja terjadi". 

Seperti yang telah duketaui, Aksi yang dilakukan massa membakar Mapolsek Bendahara pada Selasa 23/10/2018 kemarin dikarenakan pihak keluarga korban tidak terima dengan kematian Mahyarudin yang tidak wajar, dan diduga Mahyarudin menjadi korban penganiayaan didalam tahan oleh anggota Polsek Bendahara. [] zul
Bagikan:
KOMENTAR