Iskandar : Wakil Bupati Bireuen Jangan Buat Pernyataan Konyol Ke Publik


author photo

9 Okt 2018 - 23.58 WIB


Bireuen --- Menyangkut pernyataan wakil bupati yang mengatakan bahwa harga 1,9 Milyar, sebanding dengan Bupati Saifannur yang telah mampu membawa anggaran APBA hampir Rp 300 milyar lebih, sehingga bisa dianggarkan begitu saja, menurut kami pernyataan itu sangat konyol, Selasa (09/10).

Jangan lupa apa itu hak dan kewajiban nya sebagai bupati. Beliau juga digaji oleh negara, dan untuk memajukan daerah adalah kewajibannya. Kalau mau bonus, publik tidak bodoh dan jangan lupa bahwa dirinya pernah mengatakan akan MENGHIBAHKAN DIRINYA UNTUK BIREUEN. Apakah ini hanya bualan semata atau hanya janji kampanye saja? 

Memang secara regulasi pengadaan mobil tersebut dibolehkan. Tapi butakah hati nurani pemimpin kita saat ini? 

Karena masih banyak sekali masyarakat yang terhimpit dengan ekonomi saat ini, pengangguran semakin bertambah, reformasi birokrasi seolah stagnan, dan banyak sekali persoalan Bireuen yang tidak tertangani dengan baik. Lagi pula anggaran yang disebutkan oleh wabup, diprioritaskan untuk pembangunan fisik saja," jelasnya.

Maka kami dari AMKB akan terus bersuara dan menolak pengadaan mobil dinas bupati dengan angka 1,9 milyar tersebut bahkan akan terus mendesak DPRK untuk segera dibatalkan. Kalau memang DPRK tidak merespon tuntutan kami, maka jangan salahkan kalau kami masyarakat bertindak tegas bahkan akan kami adakan aksi yang lebih besar lagi,"jelasnya.

Suara kami adalah suara rakyat. Karena apa yang kami suarakan selama ini bukan demi kepentingan kami, tapi demi kesejahteraan masyarakat Bireuen.

Kalau memang ada yang mengatakan bahwa kondisi ekonomi sekarang sudah membaik, maka mari sama sama kita turun ke kampung kampung, dan pelosok desa untuk kita lihat apakah masih ada masyarakat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan.

Kalau udah kita lihat langsung, baru bisa kita katakan bahwa ekonomi masyarakat Bireuen sekarang udah mulai membaik. Kalau cuma duduk dikantor tidak pernah masuk ke kampung dan pelosok desa, maka kemiskinan masyarakat tidak bisa terlihat.

Jadi tidak ada guna nya Bireuen bisa bawa pulang anggaran APBA 400 Milyar kalau masyarakat masih banyak hidup dibawah garis kemiskinan,"tutup Iskandar yang juga korlap pada aksi damai,(Rel)
Bagikan:
KOMENTAR