IPAL Komunal Solusi Untuk Masalah Sanitasi


author photo

3 Okt 2018 - 19.59 WIB


Radaraceh.com, ACEH TAMIANG _ Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah sarana untuk mengolah limbah cair (limbah dari WC, air cuci/kamar mandi). IPAL untuk limbah itu lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Septik Tank Raksasa.

Komponen IPAL Komunal terdiri dari unit pengolah limbah, jaringan perpipaan (bak kontrol dan lubang perawatan) dan sambungan rumah tangga. 

Lalu mengapa harus ada Ipal ? Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Senior Tim Fasilitator Lapangan (STFL) Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) - IDB Kabupaten Aceh Tamiang, Erwan dalam pertemuan Rembung RT/ RW Kampung Kotalintang Kecamatan Kota Kualasimpang kabupaten setempat beberapa hari lalu.

Erwan menjelaskan, selama manusia hidup dan beraktivitas, maka akan menghasilkan kotoran/limbah, yaitu limbah padat atau sampah limbah cair. " Air limbah dari wc atau kamar mandi dan cucian atau air buangan tidak bisa dibuang begitu saja, seperti halnya limbah padat atau sampah yang juga tidak bisa dibuang sembarangan " ungkapnya kepada peserta Rembug.

Meskipun kelihatannya, sambung Erwan air limbah bisa langsung meresap ke dalam tanah atau mengalir di sungai, air limbah rumah tangga sebenarnya juga merupakan limbah yang merusak lingkungan hidup.

Menurut Erwan akibat tidak ada IPAL atau masyarakat yang selama ini tidak peduli dengan limbah itu sangat berbahaya bagi kesehatan kita, karena air limbah yang berasal WC mengandung bakteri E.Colli yang menyebabkan penyakit perut seperti typhus, diare, kolera dan penyakit lainnya.

" Didaerah padat penduduk tidak heran kita melihat jarak sumur dan septik tank terlalu dekat. Akibatnya limbah WC, kamar mandi dan cucian atau buangan air bisa merembes ke dalam sumur. Bila air sumur tersebut dimasak, bakteri akan mati – tetapi bakteri tetap dapat menyebar melalui proses cuci piring, mandi, gosok gigi dan sebagainya" jelasnya.

Erwan menambahkan bila limbah dibuang langsung kebelakang rumah atau saluran depan rumah atau sejenisnya sangat berbahaya  dan mengandung bakteri yang akan menyebar lebih luas lagi. Limbah cucian atau limbah industri yang dibuang begitu saja dapat menjadi sarang nyamuk DB, lalat dan lainnya.

" Selama ini itu yang selalu kita terapkan kita tidak pernah peduli dengan membuang limbah sembarangan.  Kedepan dengan adanya IPAL Komunal akan tertampung dan diolah dalam IPAL dan dikeluarannya hanya air. Jadi stop limbah kita yang dibuang ke saluran parit beton depan rumah kita. Saluran itu hanya berfungsi sebagai penampung air hujan, bukan menampung limbah kita" tegasnya.

Salah satu peserta rembug Yanti menyampaikan dalam pertemuan tersebut menyambut baik tentang rencana pembangunan IPAL dalam wilayah permukiman didaerahnya. Menurutnya selama ini kita tidak menyadari akan bahaya limbah yang selama ini dibuang tanpa pengolahan yang dampaknya sangat fatal bagi kesehatan. " Saya setuju untuk dibangun IPAL " sebutnya yang diaminkan oleh peserta lain.

Hadir dalam acara tersebut Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Muda Sedia Kota Lintang,  Tim Fasilitator Lapangan (TFL) dan perangkat kampung lainnya.[] zul
Bagikan:
KOMENTAR