Hingga Oktober 2018, Tercatat 99 Kasus DBD di Aceh Tamiang


author photo

30 Okt 2018 - 20.27 WIB


Radaraceh.com, ACEH TAMIANG _ Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Aceh Tamiang hingga Oktober 2018 ini meningkat. 

"Tercatat ada 99 Kasus hingga saat ini laporan yang sudah kami terima, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 47 kasus", ungkap Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Aceh Tamiang, Jul Aman. S.Km. M.Epid didampingi Sekretaris Dinkes Kabupaten Aceh Tamiang, Irianto.SE kepada Radaraceh.com di ruang kerjanya pada Senin (29/10/2018) kemarin.

"peningkatan jumlah kasus DBD pernah terjadi di tahun 2016 dengan 250-300 kasus, turun di 2017 dengan 47 kasus, dan di tahun 2018 sudah mulai meningkat meskipun tidak sebesar 2016", Kata Jul Aman, Selasa (30/10).

Tercatat ada Lima Kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang yang sangat rawan DBD setiap tahunnya dari data yang didapat, Kualasimpang, Rantau, Karang Baru, Seruway, danTamiang Hulu. 

Untuk itu, Dinas Kesehatan selalu memonitor dan mendata pasien - pasien DBD, baik berdasarkan laporan pihak RSUD, Puskesmas, maupun masyarakat. 
"dan kami mengharapkan kordinasi serta laporan laporan secepatnya, khususnya pihak RSUD dan puskesmas Kecamatan, sehingga dinas kesehatan dapat segera menindak lanjuti", kata Jul lagi.

Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui Puskesmas Kecamatan dampak dari bahaya DBD, juga melakukan pencegahan dengan cara fogging di daerah yang berdampak DBD, "fogging sifatnya sebenarnya hanya pencegahan, dan hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak membunuh jentik, Itu pun berdasarkan laporan masyarakat, baru kita lakukan fogging", katanya. 

Selain fogging, tambah Jul, pencegahan sebenarnya dapat dilakukan oleh masyarakat itu sendiri, minimal melakukan pembersihan dilingkungan rumah sendiri, dari parit pembuangan, membakar tumpukan samapah, serta menguras genangan genangan yang dapat dijadikan tempat bertelur nya nyamuk. 

Dibutuhkan kesadaran dari masyarakat itu sendiri sebenarnya dalam hal ini, meskipun usia nyamuk hanya 1x24, tapi dampaknya bisa membahayakan, bahkan dapat menyebabkan kematian,"Imbuh jul.

Tentunya juga kami terus mengharapkan dukungan semua pihak dalam hal ini, baik itu camat, Datok Penghulu, dan juga masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran dalam kebersihan lingkungan sekitar, agar pencegahan penyakit DBD dapat teratasi, "ini juga sebenarnya sudah ada himbauan dari Bupati tentang gerakan bersih bersih, yang dituangkan dalam surat edaran,"Tandasnya [] zul
Bagikan:
KOMENTAR