Gemas Pinta Gakkum Tangkap Oknum Pemda Asing Jika Terlibat Konspirasi Delima Makmur Gate


author photo

24 Okt 2018 - 16.44 WIB


Radaraceh-Rabu (24/10) Setelah setengah jam melakukan aksi unjuk rasa di luar halaman kantor Bupati Aceh Singkil ( Asing ) masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Tani Masyarakat Aceh Singkil (Gemas) diterima Wakil Bupati di ruang off room.

Terlihat duduk bersama dalam ruangan tersebut Wakil Bupati Asing Sazali,S.Sos didampingi Sekda Kab Drs.Azmi,Asisten III Yusfa Hanum dan Kabag Hukum Asmaruddin,Koorlap Gemas April Siregar,N Lie, Hitler T,M.Damanik serta puluhan massa Gemas.

Adapun pernyataan sikap dari Gemas adalah Stop seluruh kegiatan PT.Delima Makmur diatas lahan yang tidak memiliki izin HGU,Stop pemasangan pamplet/plank hasil identifikasi lahan 600ha,tetapkan status quo untuk lahan negara dan masyarakat koptan seluas 3.181ha, segera inklap lahan non HGU PT.Delima Makmur seluas 3.181 ha,tangkap oknum direktur PT. Delima Makmur yang sudah berstatus tersangka yang di duga melakukan perbuatan melawan hukum,tangkap oknum pemerintah daerah dan oknum DPRK Aceh Singkil apabila terlibat dalam konspirasi bersama PT. Delima Makmur agar tidak menciptakan bom waktu lahan yang tidak ada izin HGU,Pemda dan DPRK Aceh Singkil mandul, dan jangan jadi pengamat saja karena anda afalah petugas yang harus mempertanggung jawabkan kepastian hukum atas perbuatan melawan hukum PT. DM,usut tuntas anggaran pelaksanaan tim identifikasi sesuai dengan keputusan Bupati Asing No.289 thn 2017,dan warga memberikan waktu 14 hari kerja untuk menyelesaikan persoalan PT.DM, apabila tidak ada penyelesaian yang berpihak kepada masyarakat,jangan salahkan bahwa masyarakat akan mengambil tindakan di lapangan.

Bukan itu saja warga meminta bersama sama Pemda dan masyarakat menyurati Kementerian Agraria RI untuk tidak mengeluarkan izin HGU PT.Delima Makmur.

Sekda Kab Asing Drs.Azmi mengatakan persoalan sengketa jalurnya adalah ke meja hijau sedangkan persoalan konflik seperti hal ini hanya bisa dilakukan dalam bentuk di mediasi oleh Pemda.Memang kita ketahui bersama konflik PT.DM dan warga ini dari dulu sampai sekarang tidak pernah selesai. Pernyataan sikap dari Gemas ini akan kita terima  untuk dibahas dengan Forkopimda Asing dan kita tindak lanjuti lebih lanjut.

Salah seorang Korlap M.Damanik bertanya dengan menekankan, salah atau benarkah jika ada satu perusahaan yg berdiri tetapi tidak ada izin HGU nya, langsung di jawab Kabag hukum" benar itu salah".Dilanjutkan Damanik "jika salah maka bersediakah Pemda dan warga menghentikan segala aktifitas diatas lahan yang non HGU seluas 3181 ha tersebut?

Salah seorang Korlap Gemas April Siregar yang dikomfirmasi mengatakan diduga salah satu perusahaan HGU yg ada di Kab.Asing merampas tanah negara, tanpa ada izin yg lengkap sehingga kami demonstrasi ke Kantor Bupati Asing.

Warga meminta Pemkab Asing jgn mengeluarkan izin HGU dilokasi bermasalah tersebut yg berada di Kec.Danau Paris Kab.Asing.

April Siregar menegaskan,jika hukum agama, hukum adat dan hukum negara tidak berlaku lagi di Kab.Asing ini,maka akan kami jalan kan hukum rimba,hukum rakyat ujarnya tegas.(ID)
Bagikan:
KOMENTAR