Fachrul Razi: Andaikan Saya Jadi Bupati Bireuen, Anggaran Mobil Saya Alihkan Untuk Bangun Rumah Dhuafa dan Fakir Miskin


author photo

9 Okt 2018 - 14.42 WIB


Bireuen --- Pengadaan Mobil Mewah untuk operasional Bupati Bireuen dengan angka fantastis 1,9 Milyar terus berkecamuk ditengah masyarakat. Polemik ini menjadi catatan tersendiri bagi putra Aceh yang saat ini menjadi politisi di Senayan sebagai anggota DPD RI.

H. Fachrul Razi, MIP mengatakan jika dirinya kepala daerah atau bupati, pengadaan anggaran untuk mobil dinas dapat dialokasikan untuk membangun rumah dhuafa. "Jika saya bupati, anggaran mobil saya alihkan untuk bangun rumah dhuafa," tegas Fachrul Razi ketika dihubungi media.

"Sebaiknya pemerintah daerah menfokuskan politik anggara dengan menggunakan semua anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat miskin," tegasnya.

"sekali lagi saya ulang, jika saya bupati, anggaran pengadaan mobil mewah akan kita hapus dan akan kita gantikan dengan pembangunan rumah dhuafa sehingga rakyat dapat tinggal di rumah yang layak," kecam Fachrul Razi, Selasa (9/10).

Lanjutnya, Jumlah rakyat miskin yang butuh rumah layak huni masih sangat tinggi dan kita harus punya anggaran yang pro rakyat demi kemaslahatan rakyat meski tidak mewakafkan diri untuk Bireuen

"Meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang belum berkembang, dengan memotivasi dan mentoring kepada generasi muda untuk menjadi pengusaha kecil, pendampingan bagi pengusaha kecil, pelatihan peluang ekonomi kreatif, mengoptimalkan potensi wisata, optimalisasi potensi komoditi," ujarnya.

Dunia pendidikan juga harus dibangun, dengan melakukan pemilahan secara fokus dunia pendidikan menengah dengan 3 orientasi dasar; pendidikan calon Ulama, ilmuwan, pekerja, dan wirausaha. Dengan prioritas utama tetap melakukan peningkatan kualitas guru, metode pembelajaran, serta peningkatan peluang mendapatkan pendidikan umum dan agama bagi seluruh masyarakat dengan beasiswa.

Selain itu, Peningkatan infrastruktur transportasi di daerah yang belum atau  kurang memiliki akses tranpsortasi harus terus dipacu,"pungkasnya.(Rel)
Bagikan:
KOMENTAR