DPW PAKAR Bireuen: Kepala Kesbangpol Jangan Sebarkan Hoax dan Asal Bunyi ke Publik


author photo

12 Okt 2018 - 14.51 WIB


Bireuen --- Menyikapi statemen Kepala Kesbangpol Bireuen Rizaldi yang telah menyudutkan Organisasi DPW PAKAR Bireuen Pada Salah Satu Media Onlene terbitan Aceh. Dewan Pimpinan Wilayah Pusat Analisis Kajian Dan Advokasi Rakyat Aceh (DPW PAKAR Bireuen). M.Iqbal Sos, membantah statement Kepala Kesbangpol Bireuen Rizaldi, 
Jum'at, 12/10. Melalui Siaran Pers Realisse kepada sejumlah media.

Pernyataan tersebut tidak benar bahwa Organisasi DPW PAKAR Bireuen Sama Sekali belum mendaftar pada Instansi resmi Pemerintah Bireuen Melalui itu merupakan suatu bentuk pembohongan yang sangat besar dan sangat fatal paska kami mengeluarkan statemen terhadap Wakil Bupati Bireuen dalam "Perbandingan Barter Proyek APBA 300 Milyar dengan Pengadaan Mobil Mewah APBK P 1,9 Milyar dua hari yang lalu di Kabupaten Bireuen.

Bila kita tidak tau sama sekali lebih baik saudara jangan lancang beragumentasi yang menyudut dalam bentuk provokatif atau asal bunyi pada ruang publik, coba cros ceks atau diperiksa dalam lemari dokumen arsip surat masuk dan surat keluar. Apakah Organisasi DPW PAKAR Bireuen sudah pernah mendaftar pada Kesbangpol Bireuen, dikeluarkan pada tanggal 07 Agustus 2017, dengan nomor Surat Keterangan 220/  /VIII/2017. Sesuai  Pasal 15 ayat (3) UU No 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Masyarakat.

Akan tetapi perlu diketahui oleh publik bahwa, kami Yayasan PAKAR Aceh atau DPW PAKAR Bireuen ada badan hukumnya dari Kemenkumham RI Nomor:AHU-0030517.AH.01.04 Tahun 2015 Tanggal 10 Desember 2015.  selain pernah terdaftar pada bulan Agustus 2017 di kantor Kesbangpol Bireuen.

Meskipun ada pihak pihak tertentu  yang membisik lingkaran Pemda Bireuen untuk  menggoreng isu isu terkini yang tengah berkembang di Bireuen bertolak belakang dengan aspirasi masyarakat Bireuen yang dilakukan oleh Esekutif -Legislatif Bireuen telah menyetujui secara bersama meloloskan mobil mewah 1,9 Milyar APBK P 2018 disaat kondisi keuangan daerah sakit dan ekonomi rakyat morat marit serta masalah kemiskinan.
Sungguh sangat kita sayangkan pernyataan oleh Kepala Kesbangpol Bireuen Rizaldi dan Kasienya kerja sama Antar Organisasi pada publik merupakan suatu perbuatan Fitnah dan Hoax. Kami secara prosedur tetap mengikuti  aturan main dan patuh, namun bila setiap tahun organisasi masyarakat,LSM dan OKP harus melapor pada Kesbangpol Bireuen bila itu ketentuan perundang undangan kami pun akan menempuh, tapi masalahnya kita telah mendaftar pada Pemerintah Daerah Bireuen melalui Kesbangpol pada Bulan Agustus tahun 2017 kemarin.

Kita minta stoplah menciptakan Hoax,Fitnah serta pembohongan publik terhadap masyarakat dan negara. Bila hal tersebut terus dilakukan oleh aparatur sipil negara, maka jangan salahkan kami nanti melapor pihak kepala kesbangpol Bireuen ke pihak Penegak hukum dan Abousman RI Aceh sesuai Undang Undang yang berlaku di Indonesia atas pemberitaan Hoax dan Fitnah serta tidak objektif. Kepada pejabat politis maupun pejabat karir Aparatur Sipil Negara(ASN) di Kabupaten Bireuen bicaralah sesuai fakta dan rasional dan Undang Undang, jangan asal bunyi di media dengan menyudutkan DPW PAKAR yang mengatakan belum mendaftar melau Kesbangpol pada publik. Padahal kami telah mendaftarnya pada pihak Pemda Bireuen melalui Kesbangpol Bireuen saat itu dijabat oleh Pak Sulaiman Azis dan diterima berkasnya oleh Sdra Pak Zal.

Bila tidak tau sesuatu hal, alangkah baiknya jangan lancang beragumentasi yang menyudut dalam bentuk provokatif atau asal bunyi pada ruang publik, coba cros ceks atau diperiksa dalam lemari dokumen arsip surat masuk dan surat keluar. Apakah Organisasi DPW PAKAR Bireuen sudah pernah mendaftar pada Kesbangpol Bireuen. Coba di ceks balik list berkasnya DPW PAKAR Bireuen Janganlah suka nyebar berita bohong atau penggiringan isu pengadaan mobil mewah 1,9 Milyar. ",Tutup Iqbal PAKAR Bireuen.(Rel)
Bagikan:
KOMENTAR