Turis Asing Punguti Sampah Plastik Dari Sungai Lae Kombih


author photo

4 Sep 2018 - 15.34 WIB


Radaraceh --- Selasa (04/09) Sedikitnya 8 orang relawan asal Republik Ceko dan Slovakia ikut berpartisipasi membersihkan sampah plastik dari sungai Lae Kombih, Desa Jontor dan Sikelang, Kota Subulussalam, Aceh,

Di salah satu objek wisata andalan Kota Subulussalam ini, setiap relawan dibekali karung oleh pengelola Arung Jeram setempat, untuk memungut sampah yang banyak berserakan di sekitar sungai.

Menurut Roni, penggiat Arung Jeram setempat, kegiatan ini adalah bagian dari eksperimen untuk program pembersihan lingkungan disekitar area objek wisata Kota Subulussalam ini, "Para relawan ini datang untuk rafting, sembari menikmati keindahan alam, mereka juga mencoba terlibat dalam upaya menjaga lingkungan dari bahaya sampah yang kian hari kian memprihatinkan", kata Roni.

Koordinator Green Life Program Zbynek Hrabek mengatakan, kegiatan kutip sampah plastik ini adalah rangkaian dari kegiatan yang sama di Desa Batu Katak, Bahorok, Sumatera Utara,  dan kegiatan Blue Life Program di gugusan Kepulauan Banyak, Aceh Singkil yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir, "Idenya adalah mengumpulkan sedikit energi, waktu, dan uang dari orang banyak, lalu mentransformasikan nya  bersama-sama ke hal-hal yang lebih besar, untuk penyelamatan lingkungan kita, untuk generasi selanjutnya", tutur Zbynek.

Indonesia adalah penghasil sampah terbesar ke 2 di dunia, data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah produksi sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton pertahun, sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.(ID)
Bagikan:
KOMENTAR