Senator Aceh dan DPD RI Perkuat Kerjasama Beasiswa Pendidikan Australia Untuk 5 Propinsi Termasuk Aceh


author photo

7 Sep 2018 - 20.36 WIB


Australia --- Senator DPD RI Asal Aceh H. Fachrul Razi, MIP yang juga Pimpinan Komite I DPD RI beserta delegasi DPD RI mengakan kunjungan ke Australia dalam rangka penyusunan Kebijakan RUU Percepatan Wilayah Tertinggal dan penguatan kerja sama beasiswa pendidikan di Australia dengan daerah daerah di Indonesia.

Fachrul Razi yang juga Senator DPD RI Asal Aceh meminta Pemerintah Australia memperbesar proporsi kuota penerimaan mahasiswa daerah khususnya dari Aceh untuk melanjutkan Pendidikan di Australia. "Saat ini di Aceh terdapat kampus negeri maupun swasta yang siap mengirimkan calon mahasiswa nya untuk melanjutkan pendidikan master dan doktor di Australia," jelas Fachrul Razi.

Fachrul Razi mengatakan bahwa pemerintah Australia melalui beasiswa yang diberikan telah memberikan prioritas untuk 5 Propinsi di Indonesia yaitu Aceh, NTT, NTB dan Papua dan Papua Barat. "Saya meminta agar proporsi Aceh di perbesar dan diberikan kemudahaan untuk diberikan afirmasi penerimaan karena selama ini banyak laporan yang saya terima dari calon mahasiswa terhadap syarat yang diminta, termasuk masalah IELTS," jelas Fachrul Razi.

Pemerintah Indonesia telah membangun kerja sama Pemerintah Australia dalam rangka pendidikan perihal masalah kerangka pendidikan dalam menunjang pendidikan, pembiayaan pendidikan, pendidikan vokasi, keterkaitan pendidikan vokasi dengan industri, penelitian, komersialisasi hasil penelitian, peningkatan kerjasama penelitian, perjanjian kerjasama penelitian pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi.

Wakil Ketua DPD RI, Achmad Muqowam sebagai pimpinan rombongan mengatakan bahwa perlu peningkatan kerja sama antara daerah propinsi di Indonesia dengan Australia. "DPD RI akan mendorong kerjasama dengan perwakilan calon mahasiswa dari daerah propinsi lebih besar," jelas Achmad Muqowam.

Kunjungan delegasi DPD RI di Sydney juga mengunjungi beberapa parlemen pemerintah New South Wales dan kantor pemerintah lainnya. Kunjungan juga dilakukan di Konjen RI dalam rangka membahas permasalahan dan keterbatasan yang dialami selama ini. Delegasi DPD RI berkunjung ke Australia dari tanggal 2-8 September 2018.

Sementara itu, Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Sydney yang menyambut delegasi RI di Sydney langsung menggelar rapat bersama dalam rangka kunjungan DPD RI ke Australia. Konjen RI Sydney yang baru menjabat enam bulan, Heru Hartanto Subolo langsung mengfasilitasi kedatangan delegasi DPD RI dan menggelar rapat pada siang harinya di ruang rapat KJRI Sydney (5/9/2018). Rapat tersebut dihadiri para pejabat dari KJRI Sydney, dan delegasi DPD RI Komite I.

Dalam pertemuan tersebut, Heru Hartanto menjelaskan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Australia telah dijalin sejak lama, namun membutuhkan dukungan DPD RI untuk memperkuat kerja sama dengan dukungan parlemen dan pemerintah Australia. Beasiswa pendidikan yang ditawarkan antara lain kesempatan bagi para calon pemimpin dibidangnya untuk melakukan studi, penelitian dan pengembangan keprofesian di Australia. Program beasiswa dari Pemerintah Australia ini diperuntukkan bagi semua warga negara Indonesia, termasuk di dalamnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) pusat dan daerah serta kepada Non PNS di seluruh Indonesia.

*Senator Aceh Dorong Mahasiswa Asal Aceh Kuliah di Australia* 
Senator Aceh Fachrul Razi dalam pertemuan dengan Konjen RI mengatakan bahwa di Aceh alumni Australia yang berasal dari Aceh banyak yang berhasil. Namun dirinya meminta agar kuota penerimaan mashasiswa nya di perbesar. "Kami punya kampus Unsyiah, UIN Arraniry, Unmuha, USM, Unaya, STKIP BBG, Unigha, Al Hilal, Univeritas Al Muslim, Unimal, IAIN Malikusaleh, UTU, IAIN Langsa, dan Unsam serta kampus swasta lainnya yang terkemuka di Aceh, kita berharap setiap tahun dari Aceh dapat meningkat," demikian kata Fachrul Razi.

Fachrul Razi yang juga pendiri komunitas Bahasa Inggris "Rumoh Bahasa" dan Komunitas leadership "Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA)" mengatakan bahwa di Australia terdapat beberapa alumni Rumoh Bahasa yang sedang melanjutkan S2 dan S3 di Australia. Kedepan dirinya berharap akan  banyak mahasiswa asal Aceh yang kuliah di Australia. "misalkan, di Australia ada Khairul (UIN Arraniry) dan Vita (Unsyiah) yang sedang melanjutkan pendidikan di Australia. Iskandar Samad PhD yang sudah kembali ke Aceh, dan banyak potensi yang dimiliki generasi Aceh namun kesempatannya yang sangat terbatas, kita akan mendorong penguasaan bahasa asing dan IELTS bagi mahasiswa Aceh yang ingin melanjutkan S2 dan S3 di Australia," tegasnya.(R)
Bagikan:
KOMENTAR