Pungli Berkedok Pembangunan Menggurita


author photo

23 Sep 2018 - 12.10 WIB


Medan - Sungguh miris dunia pendidikan di jadikan ajang pungli (pungutan liar) di beberapa sekolah di Medan dengan berkedok uang pembangunan, dimana di satu sisi pemerintah gencar melakukan sosialisasi bersih Pungutan liar (pungli) di lingkunagn sekolah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden RI Nomor 87  Tahun 2016.

Namun demikian pihak sekolah juga aktif melakukan berbagai pungli dengan bermoduskan uang Komite, uang osis dan uang buku, namun upaya pemerintah tersebut tidak menyurutkan oknum aparatur sipil negara (ASN) tersebut untuk berperilaku pungli.

Kali ini dugaan pungli tersebut terjadi di lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), sebagaimana yang terjadi di Madrasyah tsnawiyah Negeri (MTs) Negeri 1 Medan di jalan Pertahanan Patumbak No.24 Kabupaten Deli Serdang.

Sekolah setingkat SMP ini melalui komite sekolah meminta sumbangan kepada orang tua murid sebesar Rp 900 ribu/siswa dengan. Alasannya untuk pembangunan ruang belajar baru.Namun pungutan seperti ini dikeluhkan oleh orang tua murid. 

Kendati mengeluh, orang tua terpaksa membayar sumbangan itu, karena takut anaknya bermasalah untuk tamat di sekolah nantinya.

Kepala Sekolah MTs Negeri 1 Medan Ramsat S.Ag.MA pada wartawan mengatakan bahwa ia melakukan pungutan tersebut karena sudah melalui rapat komite dengan orang tua siswa  tanpa paksaan "karena tidak mungkin semuanya gratis di sekolah ini, karena di sekolah ini hampir rata-raya anak orang mampu..?" katanya kamis (20/9/2018) di ruang kerjanya.

Dimana sebelumnya orang tua siswa yang tidak ingin namanya di sebutkan mengatakan Dengan kondisi ekonomi saat ini tentu sangat berat bagi kami menyumbang sebesar Rp.900 ribu/siswa untuk membangun lokal," namun dengan keterpaksaan tidak ingin anak kami bermasalah belajar jika menolak, makanya terpaksalah kami bayar" ucap orang tua memelas.

Ramsat selaku kepala sekolah juga mengakui kalau pengutipan tersebut sudah berlangsung lama dari tahun ke tahun tidak pernah ada masalah, dan bukan di sekolah ini saja yang melakukan pengutipan, di sekolah lain juga lebih parah bisa mencapai jutaan, ucapnya.

Akibat dari membudayanya dan mengguritanya pungli tersebut di lingkungan sekolah sehingga menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat apakah pemerintah atau Kementerian Agama tidak pernah memberi bantuan dana untuk membangun sekolah di MTs Negeri 1 Medan.?"

Kepala sekolah MTs Negeri 1 Medan Ramsat mengungkapkan bahwa pungutan tersebut adalah sumbangan orang tua siswa melalui Komite untuk pembangunan.dan sumbangan tersebut di bayar dengan cara menyicil dan di bayarkan melalui Komite.(Rls)
Bagikan:
KOMENTAR