Prof Faisal Rani: Dikotomi PTS dan PTN Harus Segera Dihilangkan


author photo

5 Sep 2018 - 09.41 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Dikotomi antara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan PTN harus dihilangkan, karena dalam UU sudah dijelaskan bahwa keduanya mempunyai kedudukan sama.

Demikian disampaikan  Prof.Dr.Faisal Rani, SH, M.Hum Kepala  Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah XIII (dulu Kopertis wil XIII) pada kuliah umum, mengawali kuliah perdana mahasiswa Universitas Almuslim tahun akademik 2018/2019, berlangsung di Auditorium Academic Center (AAC) Ampon Chik Peusangan, kampus Umuslim, Selasa (4/9/2018)

Kuliah umum yang dihadiri ratusan mahasiswa Umuslim ini, menurut Faisal Rani, kedepan pradigma Perguruan Tinggi  harus dirubah,  Dikotomi (Perbedaan) PTS dan PTN harus dihilangkan, makanya nama Kopertis sekarang dirubah namanya menjadi Lembaga Layanan pendidikan tinggi (LLDIKTI).

Sekarang semua perguruan tinggi diarahkan  membangun budaya mutu  agar memiliki daya saing tingkat global dan di bursa tenaga kerja.

Mutu menjadi tujuan utama sebuah perguruan tinggi, akreditasi menjadi ukuran untuk melihat sebuah perguruan tinggi berkualitas.

Sekarang lulusan yang mencari kerja, dilihat akreditasi program studi bukan pada perguruan tinggi negeri (PTN) ataupun PTS, jelas mantan Dekan Fakultas Hukum Unsyiah ini.

Sekarang prodi di PTN belum tentu lebih bagus dari PTS, seperti beberapa universitas di kota besar  dan luar negeri, ada prodi di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lebih berkualitas dibandingkan PTN, jelas Faisal Rani

Bahkan banyak  PTN sekarang, telah merubah statusnya seperti Badan Layanan Umum (BLU), kalau BLU berarti pengelolaannya hampir sama dengan mengelola PTS (swasta).

Pada kesempatan tersebut kepala LLDIKTI juga menyampaikan materi, berhubungan dengan peningkatan mutu pendidikan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0.

Menurutnya, Perguruan Tinggi merupakan lembaga formal,  diharapkan dapat melahirkan tenaga kerja yang berkompoten, guna menghadapi industri kerja  yang seiring dengan kemajuan teknologi.

Revolusi Industri 4.0 sebagai perubahan cara kerja yang menitik beratkan pada pengelolaan data. 

Suatu perguruan tinggi untuk 
meraih kesuksesan, harus meningkatkan skill lulusan, semua bidang harus meningkatkan kualitas, karena  kuantitas bukan lagi menjadi indikator utama dewasa ini, jelasnya.

Teknologi diperlukan karena merupakan hasil pengembangan dan rekayasa ilmu pengetahuan, tujuannya untuk membuat manusia mudah untuk hidup

Jadi kelahiran teknologi bukan untuk merusak, yang merusak itu berarti sudah keluar dari koridor niat dari proses pengembangan ilmu pengetahuan, urai Prof Faisal

Pada kesempatan yang sama, Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE, MSi  mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua LLDIKTI dan merupakan moment silaturahim, karena Prof.Faisal Rani merupakan pejabat baru pada Lembaga tersebut.

H. Amiruddin Idris juga mengulas perkembangan kampus Umuslim, yang berada di sebuah Kecamatan dan menyampaikan kesiapannya menjadi tuan rumah berbagi kegiatan dari LLDIKTI Aceh.

Umuslim sekarang merupakan sebuah PTS yang telah memperoleh nilai akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan nilai Baik (B) dari BAN-PT, dan hampir semua program studi juga sudah terakreditasi dengan nilai Baik (B).

Universitas Almuslim juga merupakan PTS di wilayah LLDIKTI XIII, yang paling banyak meluluskan dosennya dalam sertifikasi dosen (Serdos) , Papar Dr.H.Amiruddin Idris,SE, MSi.

Pada kesempatan tersebut, Rektor mengharapkan bimbingan dan pembinaan dari kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, agar kampus kebanggaan masyarakat Bireuen ini menjadi lebih baik lagi dan bisa bersaing untuk tingkat global.

Turut hadir, Ketua Yayasan Almuslim, Wakil Rektor, Dosen, Ormawa, ratusan mahasiswa dan civitas akademika lainnya. [REL/F]

Editor: SR
Bagikan:
KOMENTAR