Ini Penjelasan Datok Penghulu Desa Suka Rahmat Terkait Pengurusan Sertifikat Prona


author photo

21 Sep 2018 - 07.05 WIB


Radaraceh.com, ACEH TAMIANG _ Pengurusan Sertifikat Prona (Program Nasional) memang gratis dan menjadi tanggung jawab para peserta dalam pengurusan sertifikat prona ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Tamiang. 

Hal tersebut disampaikan oleh Datok Penghulu Desa Suka Rahmat, Daya Winata, ketika menggelar rapat bersama warga pengurus Prona dan seluruh perangkat Kampung, Kamis (20/09)

Namun, tambah Datok Penghulu lagi, sebahagian warga yang tidak memiliki waktu karena rutinitas sehari - hari dan juga merasa repot - repot dalam mengurus pemberkasan ke BPN Kabupaten, maka pemerintah Kampung yang membantu mengakomodir. Jelasnya  

Setelah mendengar pertanyaan dari Datok Penghulu dalam rapat tersebut, akhirnya warga pun faham. 
Sebelumnya, Pak Senen, salah seorang warga yang menjadi sumber pada salah satu media beberapa waktu lau, kepada media mengatakan, "kedatangan saya pada Rabu kemarin dipaksa datang, dengan alasan akan dikembalikan uang Prona yang telah diambil perangkat Kampung", ungkap Senen

Senen juga membantah bahwa berita yang ditulis dalam salah satu media mengenai sertifikat prona yang dibuatnya tersebut dibayar senilai 8 ratus ribu rupiah. "Saya ngurus 2 sertifikat prona dengan memberikan uang 800 ribu, tapi bukan untuk satu surat melainkan dua surat, dan alhamdulillah, setelah diberikan penjelasan oleh Datok Penghulu pada rapat ini saya menjadi paham", Ungkapnya.

Dia juga menjelaskan bahwa ketika itu dirinya dijemput dan dipaksa untuk datang kesalah satu Dinas untuk mengambil uang pengurusan Prona miliknya oleh Hendra. Namun, setibanya ia disana malah ditanya-tanya mengenai uang pengurusan Prona.  

Selanjutnya, Agus Mahdi, menantu Bapak Senen juga menjelaskan bahwa karena ketidak pahaman orang tua nya terkait prona tersebut, maka diajak oleh Hendra, dan tidak ada memberi tahu kepada kami (keluarga), ungkap Agus

"Orang tua saya tidak paham mengenai pengurusan sertifikat ini, namun setelah rapat ini orang tua saya menjadi paham, dan meminta maaf kepada perangkat kampong dan warga Suka Rahmat," Ucapnya.

Sementara itu, Safrida, salah seorang warga dusun Suka Maju Kampung Suka Rahmat, kepada wartawan, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Datok Penghulu beserta perangkat Desa yang telah membantu masyarakat dalam pengurus sertifikat prona. "karena secara pribadi warga tidak memiliki waktu dan minimnya pahaman dalam pengurusan prona". Kata Safrida

"secara pribadi saya tidak permasalahkan uang yang ambil untuk pengurusan Prona itu, itu juga tidak membebani dan malah terasa lebih dimudahkan, dan kami ikhlas memberikannya," Kata wanita paruhbaya yang kesehariannya bekerja sebagai penjual jajanan dikantin sekolah. 

Dalam rapat tersebut, turut dihadiri warga penerima prona, perangkat Kampong, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. [] zf
Bagikan:
KOMENTAR