FKMB: KIP Bireuen Harus Jeli pada Penetapan DCS dan DCT Caleg DPRK dan DPRA


author photo

2 Sep 2018 - 23.09 WIB


RADAR ACEH | Bireuen - Pengurus Forum Komunikasi Mahasiswa Bireuen (FKMB) unjuk bicara terkait jelang penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) DPRK dan DPRA pada 23 September 2018 nanti.

Seiring berjalannya Pemilihan Legislatif (Pileg) yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang, ada beberapa kejanggalan yang kita dapatkan di lapangan dalam proses penerimaan syarat-syarat Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Bireuen.

Sekjen FKMB Arifandi kepada awak media,  Minggu (2/9/2018) mengatakan, "Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bireuen agar serius memeriksa berkas calon-calon legislatif yang diserahkan oleh partai politik saat pendaftaran, untuk bertarung pada pileg 2019.

Mengingat ada beberapa calon yang telah ditetapkan menjadi DCS DPRK maupun DPRA yang masih berstatus PNS, padahal aturan PKPU-RI jelas disebutkan, Pegawai Negeri Sipil, jika maju sebagai caleg harus murni mundur dari jabatannya", ujarnya.

Lanjutnya, "bukan hanya melampirkan surat penangguhan, seperti surat pensiunan dalam proses, namun yang mesti dilampirkan adalah surat resmi dari kementrian terkait. Jangan mencoba mempermainkan hukum yang mengetahui aturan negara.

Ada beberapa Caleg yang bersatus PNS tersebut masih menduduki kursi empuk di tempat beliau berkerja dan terus menggunakan fasilitas negara, padahal DCS sudah diputuskan oleh KIP Bireuen.

Saya mengharapkan kepada KIP Bireuen pada penetapan DCT tanggal 23/09/2018, tidak ada lagi Caleg yang masih bersatus PNS, harus ada surat pensiunan resmi dari Kementrian terkait, jangan sampai nanti terjadi yang tidak lolos menjadi dewan namun bisa kembali lagi sebagai PNS.

Jika mau nyaleg harus pilih salah satu, pilih PNS atau mundur dari status PNS, tutupnya. [REL/SR]
Bagikan:
KOMENTAR