DPD KNPI Aceh Utara Mengkritisi Kongres KNPI XV di Banda Aceh


author photo

9 Sep 2018 - 12.13 WIB


Aceh Utara --- Menyikapi polemik anggaran untuk Kongres KNPI XV Tahun 2018 di Banda Aceh, yang menurut sebagian kalangan masyarakat terlalu besar, maka dengan ini izinkan kami mewakili DPD KNPI Aceh Utara menyampaikan pandangan, sikap dan juga solusi untuk kebaikan bersama :

1. Pada prinsipnya kami sangat mendukung dan berharap agar agenda penting dan bersejarah bagi Pemuda Aceh dan Indonesia tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses ;

2. Karena menurut hemat kami, Kongres KNPI di Aceh kali ini adalah momentum yang sangat tepat bagi Pemuda Aceh untuk mempromosikan hal-hal positif tentang Aceh, kepada seluruh perwakilan pemuda dari seluruh indonesia, baik itu kesalah-pahaman pihak luar Aceh terhadap Penerapan Syari'at Islam, potensi Pariwasata, peluang bisnis dan investasi, adat dan budaya Aceh yang sangat beragam dan penuh keramah-tamahan, dan lain sebagainya ;

3. Kongres KNPI XV tentu bukan hanya sebatas seremonial pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang baru semata, tapi banyak hal-hal penting yang akan dibahas dalam Kongres Pemuda Indonesia tersebut, untuk melahirkan resolusi-resolusi terkait masalah kepemudaan, yang nantinya akan menjadi acuan dasar dalam rangka pemberdayaan menuju era kemandirian pemuda ;

4. Semua pihak hendaknya mendukung penuh kegiatan kongres ini. Ini adalah kesempatan langka dan pertama bagi Aceh, sepanjang sejarah terbentuknya Organisasi Pemuda tertua di indonesia tersebut. Jika kita tidak mengambil dan memanfaatkan kesempatan ini, maka Aceh harus menunggu kurang-lebih 100 tahun lagi untuk mendapatkan peluang yang sama ;

5. Kami berharap agar para pihak, baik Dispora Aceh maupun DPD KNPI Aceh, dapat saling membangun komunikasi secara persuasif dan segera duduk semeja untuk menemukan solusi jalan tengah, sehingga "Kenduri Aneuk Muda Aceh" dalam rangka menyambut tamunya dari seluruh penjuru nusantara tidak sampai gagal, yang dapat berimplikasi kepada makin memburuknya citra Aceh di level nasional. Jangan sampai Aceh yang telah diberi kepercayaan oleh provinsi lain, dianggap tidak becus menyelengarakan event bersejarah tersebut, apalagi sampai kalah dengan Papua yang sukses mengelola event yang sama pada 2015 silam ;

6. Terkait besaran anggaran kongres, DPD KNPI Aceh Utara sangat memahami keresahan publik di Aceh. Oleh karenanya kami sepakat bersama-sama dengan komponen masyarakat untuk mendorong agar Dispora Aceh, selaku Pengelola Anggaran dapat memberikan penjelasan dan informasi yang utuh kepada publik, sehingga hati rakyat tidak terluka akibat kesimpang-siuran berita. Bila memang dirasa ada item-item belanja yang dianggap tidak logis, hendaknya dapat segera diklarifikasi dengan pihak panitia untuk kemudian dirasionalkan dan diumumkan ke publik secara transparan, sehingga tidak merusak citra KNPI karena dikesankan menari-nari diatas penderitaan rakyat. Kekurangan anggaran hendaknya dapat sesegera mungkin dikoordinasikan dengan pihak DPP, untuk kemungkinan mendapatkan subsidi APBN ataupun sponsorship dari luar pemerintah ;

7. KNPI adalah induk (tempat bernaung) dari seluruh organisasi pemuda di Indonesia. Semua elemen organisasi pemuda (yang resmi) seyogyanya memiliki perwakilan di KNPI. Dasar penganggaran untuk kegiatan KNPI sudah diatur dengan jelas dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009, tentang Kepemudaan. Dalam Bab I, pasal 1 (3)  disebutkan, bahwa "Pembangunan kepemudaan adalah proses memfasilitasi segala hal yang berkaitan dengan kepemudaan" ;

8. Meskipun sudah diatur dalam undang-undang sedemikian rupa (sebagimana tersebut di poin 7 diatas), tapi dalam pelaksanaanya, masing-masing Pemerintah Daerah masih belum seragam dalam memberikan dukungan anggaran untuk kegiatan kepemudaan di daerahnya masing-masing. Di Provinsi Banten misalnya, melalui Perda Nomor 10 Tahun 2014 Tentang Pembangunan Kepemudaan,  mereka telah mengalokasikan 2% dari total APBD untuk Pemuda. Kedepan kita berharap ada keberpihakan yang lebih dari Pemerintah Aceh terhadap pemuda, dan untuk itu Qanun Kepemudaan yang saat ini sedang digodok, harus segera dilahirkan di Aceh ;

9. Sekedar menyegarkan ingatan kita, bahwa Pemerintah Provinsi Papua juga menglokasikan anggaran hingga -+ Rp.15 milyar untuk Kongres KNPI XIV tahun 2015. Dan itu dilaksanakan 3 tahun yang lalu, saat inflasi belum setinggi saat ini. Tentu masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan anggaran Kongres saat ini, yakni Rp. 9,8 Milyar  ;

10. Berdasarkan kabar yang kami dapat dari DPD KNPI Aceh, pada momentum kongres nanti juga akan diselingi dengan kegiatan Pameran Kreativitas Pemuda (Youth Creative Expo), yang pesertanya dari seluruh indonesia. Tentunya kegiatan ini akan ikut mendongkrak ekonomi masyarakat (pedagang) sekitar dan memajukan para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Aceh, serta menjadi ajang untuk terciptanya replika (pertukaran) inovasi usaha ekonomi kreatif antar pemuda ;

11. Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat haruslah dilakukan secara menyeluruh (multi-sector), termasuk didalamnya Penguatan Kapasitas Pemuda. Membenturkan antara satu sektor pembangunan dengan sektor lainnya, tentu merupakan sesuatu yang tidak bijak. Semua sudah diatur sesuai porsinya masing-masing. Persoalan ada kesenjangan dalam penganggaran, hendaknya menjadi tugas semua elemen untuk terus mendorongnya agar kedepan bisa lebih baik dan adil ;

12. Hendaknya semua pihak dapat lebih arif dan bijaksana dalam memberikan kritikan, khususnya di media massa dan media sosial. Sampaikan kritikan secara konstruktif, dibarengi dengan menawarkan solusi. Jangan sampai ada ujaran kebencian, fitnah pencemaran nama lembaga dan pembunuhan karakter organisasi, yang dapat merugikan para pengkritik itu sendiri nantinya. Terus awasi penggunaan anggaran kongres Pemuda tersebut, toh dana itu tidak dibelanjakan ke luar Aceh, tapi tetap berputar untuk masyarakat Aceh itu sendiri. Bahkan Aceh akan menerima dampak yang lebih besar dari event tersebut (multiplier effect), karena para peserta juga akan membelanjakan uangnya di Aceh ;

13. Kami juga berharap dengan kedatangan presiden dan para menteri, pada saat pembukaan kongres nantinya, dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Pemerintah Aceh untuk mendapatkan proyek-proyek strategis dari Pemerintah Pusat, khususnya yang berhubungan langsung dengan kemandirian ekonomi pemuda ;

14. DPD KNPI Aceh Utara siap menyambut kedatangan peserta kongres dari seluruh indonesia, yang direncakan akan menempuh jalur darat (Jalan Medan - Banda Aceh) saat berkunjung ke arena kongres di Banda Aceh ; 

15. DPD KNPI Aceh Utara siap menghadiri dan memeriahkan Kongres KNPI XV, dan berharap agar ada putra terbaik Aceh yang berani maju dan terpilih sebagai Ketua DPP KNPI yang baru, sehingga kiprah Pemuda Aceh di level nasional kian diperhitungkan dan bisa ikut membantu menyuarakan kepentingan lokal Aceh.

Demikian *Press Release* ini kami buat, untuk memperjelas sikap DPD KNPI Aceh Utara, serta memperkaya wawasan publik agar lebih objektif dalam mengkritisi Kongres KNPI XV di Banda Aceh.(Rls)
Bagikan:
KOMENTAR