Buka Festival Kebudayaan Melayu,Toke Suum : Bukan Hanya Sebagai Pertunjukan Budaya


author photo

30 Sep 2018 - 15.45 WIB


LANGSA - Festival Rentak Melayu Raya yang digelar di Kota Langsa turut dihadiri dua negara Asean yakni Malaysia dan Thailand. Selain kedua negara itu, pada pergelaran Internasional itu juga ikut hadir beberapa daerah, seperti Medan dan sejumlah kabupaten/kota se Aceh.

Walikota Langsa, Tgk. Usman Abdullah, SE, saat membuka acara tersebut, Sabtu (29/9/2018) malam di Lapngan Merdeka Langsa, menyampaikan, bahwa pelaksanaan Festival Rentak Melayu Raya tidak hanya sebagai sebuah pertunjukkan budaya semata, namun harus memahami lebih dalam seluk beluknya.

 "Saya berharap acara ini bukan hanya sebagai acara pertunjukan budaya tapi lebih kepada kita menyadari bahwa bangsa melayu ini adalah bangsa Austronesia," kata Usaman Abdullah.

Dijelaskannya, terkadang orang sering berpikir bangsa melayu itu kalau di Aceh adalah orang Tamiang, atau kalau Sumatera Utara orang Melayu Deli atau Langkat. Padahal yang disebut Melayu itu adalah rumpun Austronesia, walaupun dia orang Mandiling, Padang, Batak, Jawa, Sunda dan lain-lainnya ini adalah rumpun Melayu atau Autronesia.

Kata Toke Suum panggilan akrab Usman Abdullah, orang melayu itu dikenal dengan orang ramah tamah, setia, sering membantu, peduli kepada orang lain, namun saat ini budaya Melaya sudah tergilas dengan perkembangan tekhnologi masa kini.

"Jadi kita berharap dengan adanya festival ini, maka akan menyadarkan kita kembali dari mana kita berasal, siapa kita sebenarnya, walaupun kemajuan teknologi telah menghiasi hidup kita tapi kita jangan lupa bahwa identitas diri kita bangsa Melayu,"jelasnya.

Lebih lanjut Usman Abdullah mengatakan, semoga acara pada malam hari ini dapat membangkitkan kembali masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya luhur yang pernah diwariskan nenek moyang.

Usman Abdullah menegaskan, bahwa, acara festival rentak melayu tidak bermaksud untuk bersenang-senang dan berhura-hura.

"Acara pada malam hari ini jangan diartikan sebagai hiburan untuk bersenang-senang atau berhura-hura, tapi ini adalah bentuk kepada kita mengingat dan memelihara budaya tradisi atau adat istiadat melayu agar terus tumbuh dan berkembang di negeri melayau yang ada di Nusantara ini,"imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Aceh, Amiruudin, M,Si mengatakan, Festival Rentak Melayu Raya merupakan kegiatan perdana di Aceh, dengan tujuan melestarikan nilai-nilai seni budaya melayu, dengan melibatkan beberapa negara melayu di Asean yakni Malaysia dan Thailand serta Medan dan sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Dirinya berharap, pada pelaksanaan ini bangsa melayu dapat merangkul dan menyatukan bangsa melayu."Harapan kita bagaimana budaya melayu ini dapat kita satukan kembali dari seluruh negara, kita tau bahwa etnis melayu ini mempunyai kekuatan yang sangat kuat, akan tetapi bila kita tidak dapat menyatukan diri kita khawatir sewaktu-waktu etnis melayu ini akan punah dipermukaan bumi,"tandasnya.

Selain dihadiri oleh unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya, masyarakat Kota Langsa juga terlihat memadati Lapangan merdeka untuk menyaksikan perhelatan akbar yang pertama kalinya dilaksanakan di kota jasa ini.(W)
Bagikan:
KOMENTAR