"BIADABNYA PARA PELAKU PROSTITUSI"


author photo

10 Sep 2018 - 16.32 WIB


LHOKSEUMAWE --- Ketua FPI Aceh, Tgk Muslim AT Tahiri menyayangkan sikap salah satu media cetak yang mengimbuhkan kata "PEREMPUAN ACEH" tentang prostitusi yang ditangkap dan dibongkar oleh Polres Lhokseumawe terkait kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan jaringan Aceh-Malaysia.

Tgk Muslim sangat menyayangkan hal ini. Seharusnya media cetak yang terkait tidak perlu membubuhkan kata atau kalimat semacam itu, jangan menulis berita yang proprakatif. Tapi disesuaikan dengan bahasa yang tepat, bijak dan beretika jangan sampai memalukan Aceh. Jangan sedikit-sedikit persoalan dikaitkan dengan Aceh.
 
"Diharapkan jurnalis menulis berita jangan poprakatif,  jangan tulis "Perempuan Aceh",  bagusnya ditulis  judul yang tidak memalukan  Aceh,  misalnya "Biadabnya Para Pelaku Prostitusi", Ungkap Tgk Muslim sambil memberikan contoh kalimat yang lebih tepat menurutnya. 

Ketua FPI Aceh ini juga menegaskan;"Jangan dikit-dikit sebut Aceh. ini semacam ada unsur kesengajaan agar Aceh hilang marwah dimata dunia,  masalah narkoba,  masalah prostitusi selalu dikaitkan dengan Aceh". Tegas dan harapnya Tgk Muslim At Thahiri (Rls)
Bagikan:
KOMENTAR