Aneh Tapi Nyata Istri Kadus, Suami Kades Kuta Batu Kab Asing


author photo

9 Sep 2018 - 16.52 WIB


Radaraceh --- Aneh tapi nyata hal unik terjadi di Kec.Sp.Kanan Kab.Aceh Singkil (Asing),ada satu desa tua disana,istri Kepala Desa menjabat sebagai Kepala Dusun.

Adalah Desa Kuta Batu Kec.Sp.Kanan di Kab. Aceh Singkil Istri Kadesnya yang berinisial SH menjabat kepala dusun,dan bendehara desa adalah keponakan Kades tersebut.

Desa Kuta batu hanya memiliki satu dusun dikarenakan sedikitnya rumah tangga yang ada disana.Menurut jumlah KK dan jiwa seharusnya Desa Kuta Batu tidak layak menjadi sebuah desa dengan mengelola anggaran Dana Desa sebesar 1,1 Milyar rupiah.

Menurut keterangan Sekdes Kuta Batu Sayuti, lantaran desa tersebut merupakan desa tua sehingga pihak pemerintah enggan melebur atau menggabung desa Kuta Batu dengan desa di sebelahnya yakni Desa Kuta Tinggi.Wacananya nama Kuta Batu akan dijadikan nama Kecamatan baru pemekaran dari kecamatan Sp.Kanan.

Idealnya sebuah desa memiliki 500KK dan 1000jiwa untuk mengefesiensi anggaran.Mungkin karena hal inilah sehinga terjadi suami Kades istrinya Kadus dan Keponakan Bendes.

Apakah Kabupaten Aceh Singkil sudah memiliki Qanun tentang pemerintahan Kampong yang berkaitan dengan jumlah penduduk di suatu desa.Jika sudah ada, tentu alangkah eloknya dilaksanakan dengan baik dan benar.

Masih menurut Sayuti dalam pengelolaan Anggara DD,Kades tidak transparan.Ada pekerjaan di tahun 2017 yakni rabat beton jalan menuju sungai yang tidak memakai talut,padahal menurutnya wajib ada talut sesuai RAB agar jalan tidak abrasi."Nilai pagunya saya tidak tahu karena Kades tidak transparan",ujar Sayuti."Pekerjaan pembuatan drainase jalan didepan rumah saya,menurut pekerja yang berasal dari Rimo bersumber dari dana Aspirasi Dewan,kami sama sekali apa dan apa yang dibangunkan di desa kami,"ujarnya.

Beberapa orang pekerja drainase pada beberapa awak media mengatakan "abang salah poto nih bg,pembuatan parit ini bersumber dari aspirasi dewan bukan dari Dana Desa", ujar pekerja,yang juga menambahkan informasi tentang drainase tersebut yakni kedalaman drainase 80cm lebar bawah 25cm dan lebar atas 50cm.

Sementara itu menurut keterangan Kades Kuta Batu R.Indra Gunawan mengatakan mengapa istrinya diangkat jadi Kadus lantaran pernah diangkat kadus yang lain pada tahun 2015,tapi kerjanya memecah belah di desa ujar Kades.

Kades Gunawan mengatakan pekerjaan drainase itu bersumber dari dana desa dengan pagu 70juta,sementara anggota TPK Kuta Batu Sukri Malau katakan nanti kita lihat dulu RABnya yang belum kita pegang berapa pagunya tapi "saya rasa 45 juta rupiah", ujarnya.

Beberapa orang warga desa Kuta batu mengatakan pekerjaan talut dipinggir sungai tersebut tidak pernah dibangun.Begitu juga beberapa orang warga desa Guha dan Lae Gambir yang setiap hari menggunakan penyeberangan tersebut mengatakan tidak pernah ada pembangunan talut disitu.

Warga mengatakan dengan jumlah KK yang begitu kecil sudah seharusnya semua warga desa kuta batu dapat ikut serta dalam pengelolaan DD yang bersifat swakelola baik sebagai aparatur desa maupun pekerjaan proyek desa.Yang mengakibatkan kehidupan warga Kuta Batu akan sejahtera ditambah lagi pendapatan dari hasil tani sawit,"ujar warga tersebut.

Mantan Kadus Kuta Batu S.Tinambunan mengatakan jabatannya diberikan kepada istri Kades pada tahun 2015 yang lalu lantaran saya protes honor saya sebesar 150ribu / perbulan selama setahun tidak pernah dibayar oleh Kades.Dan perihal itu sudah sampai ke Muspika,ditingkat muspika saya hanya bisa pasrah,"ujarnya.

Buka karena honor saja saya protes tapi lantaran sebagai kadus saya tidak pernah tahu kegiatan pembangunan di dalam desa.Sehingga saya diganti Kades karena dirasa sebagai pemecah belah warga,"ujarnya lagi.

Seorang mantan pengurus mesjid mengatakan didesa kami tidak pernah ada musrembang lagi. Apa-apa yang akan dibangun kami tidak tahu. Pembangunan drainase tahun 2018 tersebut, yang pekerjanya dari Rimo mengatakan,dananya bersumber dari aspirasi. Sekdes yang kami tanya juga bingung, jadi kamipun seperti terus dibodohi,"ujar warga tersebut (ID)
Bagikan:
KOMENTAR