SMKN 2 Sp.Kiri Subulussalam Adakan Sosialisasi Dana PIP


author photo

30 Agu 2018 - 12.19 WIB


Radaraceh --- Kamis (30/08) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Sp.Kiri Kota Subulussalam hari ini laksanakan sosialisasi penggunaan dana Program Indonesia Pintar ( PIP) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Menurut keterangan Kepsek sekolah tersebut Antoni Berampu bahwa dana PIP ini ditujukan untuk membantu biaya pribadi peserta didik agar terus melanjutkan pendidikannya sampai selesai jenjang pendidikan menengah.

Dana PIP tidak bisa digunakan untuk biaya diluar pendidikan siswa penerima,seperti beli beras dan sebagainya.Hanya diperuntukan bagi keperluan pendidikan pribadi seperti membeli buku dan alat tulis, seragam sekolah,uang transportasi,uang saku (jajan) siswa, uang les, uang praktik ujar Antony B.

Tahun 2018 ini ada 17 siswa kelas II SMKN 2 Sp.Kiri yang dapat bantuan dana PIP.Setiap siswa mendapat satu juta rupiah.

Antony B membantah jikalau ada isu yang mengatakan sekolahnya melakukan pemotongan dana tersebut.Mungkin orang tua siswa yang menerima beranggapan dana tersebut bisa dipergunakan untuk keperluan hidup sehari hari ,sehingga kesal jika anaknya kita suruh memfotocopy beberapa buku,beli baju atau dijadikan uang sakunya sehari-hari untuk menunjang kebutuhan pribadi siswa tersebut selama menjalani pendidikan.Artinya dana PIP ini untuk beli ikan asin pun tidak di bolehkan," ujar Antony.

Untuk itulah hari ini kita undang para orang tua siswa penerima manfaat,untuk menyampaikan hal tersebut diatas.Semata program ini untuk membantu fasilitas siswa agar lebih pintar.

Saat ini SMKN 2 Sp.Kiri memiliki dua jurusan /kejuruan yakni,Tata Busana dan Teknik Gambar Bangunan.Dengan total siswa 165 orang.SMKN 2 baru berdiri dua tahun yang lalu dengan fasilitas gedung yang dimiliki Lab Tata Busana dan 6 Ruang Belajar.Pada tahun depan kita akan kekurangan 4 rumbel dengan rincian 2 kelas untuk Tata Busana dan 2 kelas untuk Teknik Gambar.Dan diusia remaja begini para siswa sangat membutuhkan kehadiran sebuah mushalla,"ujar Antony.

Ia berharap agar pemerintah segera mewujudkan hal tersebut.jika tahun depan tidak ada penambahan rumbel maka kelas tiga akan belajar di ruangan lab saja,"tambahnya lagi.(ID)
Bagikan:
KOMENTAR