Serahkan Kunci Rumah BMU 010 untuk Warga Miskin Di Peulimbang, ini Pesan Tu Sop


author photo

21 Agt 2018 - 12.27 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Barisan Muda Ummat (BMU) Pusat Melalui Gerakan Peduli Ummat sebagai pengelola donasi kembali menyerahkan 1 unit rumah layak huni berukuran 5x6 kepada fakir miskin, pada Senin (20/08/2018).

Proses penyerahan kunci rumah BMU 010 diserahkan langsung oleh Imam Besar Barisan Muda Ummat Tgk H. M. Yusuf A Wahab yang diterima oleh M. Nadir Cut Ali (48) warga Gampong Peu'uk Kecamatan Peulimbang Kabupaten Bireuen. 

M. Nadir merupakan seorang duda yang mempunyai 2 anak perempuan yang masih duduk di bangku SD. Setelah istrinya meninggal dunia sekitar tahun 2011 lalu membuat penderitaannya semakin lengkap, yang menyedihkan lagi ia harus merawat anaknya yang berumur 7 bulan ketika itu. 

Pekerjaan sehari-harinya sebagai tukang panjat kelapa membuat ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga harus menyerahkan anaknya untuk dirawat oleh mertuanya. 

Hal itu diungkapkan M. Nazir disela-sela acara penyerahan kunci rumah. Sekarang bayi itu sudah duduk di bangku kelas 3 SD.

Ketua Umum DPP BMU Pusat Tgk M. Yusuf. M.Nasir Anita Rauhul Mudi disela-sela acara penyerahan mengatakan setelah menerima laporan masukan calon penerima rumah, pihaknya langsung memverifikasi rumah M. Nadir sebagai penerima rumah BMU 010. 

"Alhamdulillah donasi dibuka mulai tanggal 21 juli 2018 s/d 03 Agustus 2018 selama 12 hari, total donasi yang masuk Rp. 23.600.000 sementara dana yang dibutuhkan Rp. 23.500.000." kata Abiya. 

Abiya menjelaskan, donasi yang telah masuk itu diperoleh dari 249 donatur dengan jumlah nominal donasi yang berbeda. "para penyumbang untuk rumah BMU 010 ini rata-rata masyarakat biasa dengan jumlah donasi Rp10.000-30.000. Sedangkan untuk Rp.40.000-1.000.000 itu diperoleh dari sumbangan para perantau didalam maupun diluar negeri, pegawai negeri, sumbangan anak-anak sekolah hingga para pengusaha. Jumlah donaturnya mencapai 249 orang itu dikarenakan ada gerakan 10.000/ Bulan yang anggotanya seratusan lebih", terangnya.

Imam Besar Barisan Muda Umat (BMU) Tgk. M. Yusuf A Wahab atau Tu Sop dalam pidato singkatnya di acara penyerahan rumah BMU 010 mengatakan, "pergerakan BMU tujuannya untuk mencari keberuntungan bukan untuk mencari popularitas dan ketenaran, BMU bukan tempat cari rezeki. Hanya bertujuan mencari income untuk investasi akhirat nanti".

Tu Sop kembali berpesan, salah satu cara menyelamatkan agama adalah dengan pergerakan sosial, jika aspek sosial hancur dalam ummat Islam jangan harap agama ini mampu bersaing dengan tawaran-tawaran negara donor asing. 

Islam sukses di masa awal pergerakan Rasulullah dan Para Sahabat adalah karena nilai-nilai sosial, Tu Sop mengibaratkan zakat fitrah dimana sipenerima juga menjadi sipemberi, sehingga sekecil apapun pemberian kita akan menjadi nilai sosial yang tinggi disaat nilai sosial yang kecil itu kita satukan," ujar mantan Tim Asistensi Gubernur Aceh periode lalu.[REL/ Al Fadhal Humas BMU Pusat]

Editor: SR
Bagikan:
KOMENTAR