Pertamina EP Rantau Lepas 433 Tukik Dan Tanam 10 Ribu Mangrove


author photo

19 Agu 2018 - 21.05 WIB


Radaraceh.com, ACEH TAMIANG _ PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field, unit bisnis PT Pertamina EP yang merupakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah supervisi dan koordinasi SKK Migas, melepas liarkan sekitar 433 tukik tuntong laut (Batagur Borneoensis) ke alamnya di pesisir pantai Kabupaten Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam, Minggu (19/08).

Selain itu, Pertamina EP Rantau Field juga bekerja sama dengan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya, Pertamina EP Rantau Field juga menanam 10 ribu batang bakau di areal habitat tuntong laut di area wisata mangrove yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pusung Kapal. 

Penanaman bakau tersebut dilakukan di pantai Ujung Putus, Desa Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, bersama Pokdarwis Pusung Kapal, yang merupakan binaan Pertamina EP Rantau Field bersama Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI), Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Dalam kesempatan tersebut Menager Pertamina EP Asset 1 Rantau Field Hari Widodo mengatakan bahwa pelepas liaran tukik tuntong laut dan penanaman batang bakau adalah salah satu rencana kerja tahunan terkait nota kesepahaman (MoU) Pertamina EP Rantau Field, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, BKSDA, dan YSCLI. 

"Kegiatan ini sejalan dengan pesan Menteri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, di Jakarta pada Senin (13/08), berupa Aksi Nasional "Menghadap Laut", yakni bersih-bersih pantai di 73 titik perairan Indonesia secara serentak pada 19 Agustus 2018, seiring peringatan HUT ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia". Katanya.

Pertamina EP Rantau Field ikut ambil andil dan peduli dalam kegiatan konservasi tuntong laut, karena Pelestarian spesies ini penting untuk dilakukan, agar salah satu kekayaan keanekaragaman hayati nasional dan daerah Aceh Tamiang ini masih dapat berperan menjaga keseimbangan ekosistem perairan hutan bakau dan dinikmati oleh generasi mendatang,"Ungkapnya lagi.

 "Sampai dengan saat ini  sudah kurang lebih 1.637 tukik tuntong laut sudah kami lepaskan ke habitatnya sejak 2009," ujar Hari lagi di sela kegiatan pelepasliaran tukik tuntong laut, bersih-bersih pantai, dan penanaman batang bakau. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Aceh Tamiang  Tengku insyafuddin,  Kepala Staf Kodim Aceh Tamiang Mayor Inf. Ayani Wakapolres Aceh Tamiang Kompol. M.Nuzir serta beberapa pemangku kepentingan lainnya.

Selanjutnya Hari juga menjelaskan, bahwa kepedulian Pertamina EP Rantau Field terhadap pelestarian lingkungan, tidak lepas dari upaya Field Rantau terus dapat berkontribusi terhadap lingkungan sekitar dan pembangunan. Hal ini sejala dengan capaian produksi Pertamina EP Field Rantau dalam bulan ini sudah menyentuh 3.100 bopd atau 107 % dari target produksi Field Rantau.

Komitmen Rantau Field terhadap community development juga dibuktikan dengan pencapaian PROPER (program penilaian peringkat kinerja perusahaan) KLHK berupa predikat emas selama tiga kali berturut-turut,"Sambung Hari.

Dan Sejak 2013, sambungnya lagi, Pertamina EP Asset 1 Rantau Field, menjalin kerja sama dengan Yayasan Satucita Lestari Indonesia dalam konservasi tuntong laut. Tuntong laut adalah salah satu dari 331 spesies kura-kura air tawar dan darat yang hidup di dunia saat ini. Kura-kura ini merupakan salah satu dari 32 spesies (native dan non-native) kura-kura air tawar dan darat yang ada di Indonesia. pesies ini menurut catatan sejarah tersebar di Kalimantan bagian barat dan pantai timur Sumatra meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Jambi.

Saat ini tuntong laut (Batagur borneoensis) memiliki status critically endangered menurut IUCN, terdaftar di Appendiks II plus zero quota for wild specimen to trade dalam konvensi CITES, memiliki prioritas Sangat Tinggi dalam Permenhut P.57/Menhut-II/2008 tentang Arahan Strategis Konservasi Spesies Nasional 2008-2018.

Di kesempatan yang sama Wakil Bupati Aceh Tamiang T Insyafuddin sangat menyambut positif langkah YSLI dan Pertamina EP Rantau yang melakukan kegiatan konservasi alam. 

Dia juga berharap rencana menjadikan Tulang Pusing menjadi objek wisata edukasi bisa terealisasi. "Mungkin perlu ada kajian intensif dari YSLI dan Pertamina EP Rantau agar wisata edukasi yang disiapkan tidak mengganggu habitat tuntong laut di muara ini yang jadi tempat bertelur Tuntong," katanya.

Sementara itu ketua YSLI Yusriono juga menambahkan bahwa konservasi Tuntong laut memerlukan effort lebih karena habitatnya terbatas dan tiap sarang hanya bertelur 27. "Tingkat hidupnya juga rendah. Setelah dewasa, tukik yang kami kembalikan Ke habitatnya, yang hidup masih rendah. Sisanya dimakan oleh predator". Tutup nya [] zf
Bagikan:
KOMENTAR