Pembinaaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (PAKARMARU) Universitas Syiah Kuala


author photo

30 Agt 2018 - 20.26 WIB


Aceh --- Sebanyak 5.845 Mahasiswa baru mengikuti Pembinaan akademik dan karakter mahasiswa baru (PAKARMARU) Universitas Syiah kuala 2018 dilaksanakan pada 27-31 Agustus 2018. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor 1 Unsyiah, turut hadir Narasumber dari Panglima Kodam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Wakil Rektor III dan KARO Kemahasiswaan dan Alumni, Kajati Aceh, Ketua forum Kerukunan Umat beragama Aceh, kepala BNN Aceh, serta Ketua BEM Unsyiah dan PKM. Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal mahasiswa baru dalam mengikuti perkuliahan di unsyiah.

PAKARMARU Unsyiah selalu diawali dengan pengenalan sejarah kampus. Hal itu dilakukan agar Mahasiswa benar-benar hadir untuk memahami seluk beluk perjuangan unsyiah menuju akreditasi A dan merupakan universitas terbaik 5 di indonesia. Sehingga Mahasiswa baru tidak hanya kagum dengan hasil yang sudah diperoleh tapi juga menghayati perjuangan yang sudah dilalui berbagai pihak. Dalam pidatonya WR III mengajak seluruh mahasiswa untuk bergabung dengan UKM olahraga.Karena olahraga merupakan salah satu bidang yang paling populer saat ini dalam dunia prestasi. Selain sehat jasmani mahasiswa akan terbayang bagaimana menjadi olahragawan yang membanggakan. Katanya mahasiswa tidak boleh menjadi kupu-kupu artinya kuliah hanya sebagai penggugur kewajiban, namun kuliah harus beriringan dengan organisasi.

Selain itu, banyak sekali materi dari narasumber ternama di Aceh. Dalam kesempatannya Chaerul Amin, SH.,MH. (Kajati Aceh) mengatakan bahwa korupsi itu ibarat gunung es, diatas terlihat sedikit padahal di dasar sana begitu banyak permukaan gunung es yang tertutupi. Ia menberikan arahan bahwa kita selaku mahasiswa harus mampu menjadi solusi bukan bagian dari permasalahan korupsi. Melihat banyaknya sorotan media tentang maraknya kasus korupsi di negri syariat ini maka kesempatan dalam materi ini sangat di tunggu oleh mahasiswa baru untuk melempar berbagai pertanyaan yang terkait dengan hal tersebut. Termasuk pula cara mahasiswa membentengi diri dari perbuatan korupsi suatu saat mendatang.

Pada tanggal 29 agustus 2018, mahasiswa baru di arahkan menuju lapangan tugu oleh BEM Unsyiah. Di sana Sebuah papermop dipersembahkan oleh 5.845 Syiah Kuala Muda menggambarkan bentuk solidaritas mahasiswa terhadap bencana gempa di Lombok. Kegiatan ini dilakukan untuk menambah kesan kemegahan dalam pelaksanaan pakarmaru tahun 2018 dan bukti cinta sesama saudara yang sedang ditimpa bencana Lombok. Dalam Hal ini banyak panitia dan volunteer pakarmaru dari BEM unsyiah yang telah bekerja keras menyiapkan perlengkapan sampai acara berlangsung.

PAKARMARU menjadi sebuah titik balik bagi sahabat-sahabat mahasiswabaru Unsyiah menjadi mahasiswa yang seutuhnya yaitu sebagai agent of change, agen perubahan yang akan menentukan ke arah mana Bangsa ini akan dibawa Ujar  Muhammad Yasir selaku ketua BEM Unsyiah. Muhammad Yasir juga menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa kita harus bisa memberikan yang terbaik untuk Bangsa Indonesia, Yasir mengajak untuk memulainyadari diri kita sendiri, mulailah dari hal yang kecil, dan mulailah sekarang juga.

Selanjutnya, Pakarmaru diserahkan kepada fakultas masing-masing untuk di bimbing dan pengenalan lebih kegiatan fakultas dan prodi yang di pilih mahasiwa baru. Tujuannya agar mahasiswa baru tidak kehilangan informasi apapun terkait alur perkuliahan yang akan di jalani.(R)

Bagikan:
KOMENTAR