Marzuki Hamid: KB Harus Mampu Menyusun Perencaan


author photo

31 Agt 2018 - 17.13 WIB


LANGSA -  Wakil Walikota Langsa Dr. H. Marzuki Hamid, MM mengatakan Keluarga Berencana (KB) jangan dipahami dalam arti yang sempit hanya berkutat masalah jumlah anak, namun KB harus mampu menyusun perencanaan yang matang untuk menatap masa depan.

Hal itu dikatannya saat membuka acara Implementasi Pendidikan Kependudukan Melalui Materi Kuliah Umum Wajib Umum di Aula Universitas Samudera Langsa, jum'at (31/8/2018)

"KB adalah sebuah keluarga yang mampu menyusun rencana dalam jangka panjang, kalau kemampuan kita sanggup secara mental, jasmani dan rohani maka kenapa tidak untuk lebih dari dua anak," katanya.

Dikatakannya, banyak hadis Rasulullah SAW yang berbicara tentang membangun keluarga sakinah, yang bahagia dunia dan akhirat.

"Oleh karena itu tidak dipahami membatasi anak, tapi mengajak masyarakat untuk bertanggung jawab dalam membina keluarga,"ujarnya.

Marzuki juga mengatakan, program KB tidak hanya menjadi isu daerah, bahkan menjadi isu internasional, karena ada bonus demografi yang luar biasa membludak, maka dunia internasional berkepentingan untuk ini.

Dirinya merasa berbahagia bisa hadir ditengah keluarga besar Universitas Samudera, konon lagi ini diisi oleh materi penting bagi mahasiswa kususnya sebagai generasi emas dimasa akan datang.

Wakil Walikota Langsa juga mengucapkan terima kasih kepada kepala perwakilan BKKBN Aceh yang mempercayai Kota Langsa sebagai tempat untuk pelaksanaan Harganas.

Sementara itu, Rektor Universitas Samudera Dr. Bakhtiar Acob, M. Pd, mengucapkan selamat datang kepada Kepala perwakilan BKKBN provinsi Aceh beserta rombongan atas kepercayaan terhadap Unsam sehingga terealisasi acara dimaksud.

Menurut Bakhtiar, Kebahagiaan keluarga sangat penting, kalau dalam keluarga tidak bahagia maka kerja pun tidak bahagia.

Dalam menyambut bonus demografi, katanya, diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, maka peran keluarga sangat penting untuk mewujudkan sumber daya manusia yang handal.

Bakhtiar berharap, kegiatan ini menjadi momen awal untuk menjadikan kurikulum wajib di kampus tersebut.

"Jangan selesai pada acara ini, tapi kita wajibkan menjadi salah satu mata kuliah wajib umum di Universitas Samudera,"pungkasnya.

Acara yang mengusung tema "Peran masyarakat kampus dalam pembangunan sumber daya manusia berkualitas melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga" ini diikuti oleh pimpunan dan sivitas akademika Unsam serta para mahasiswa. (W)
Bagikan:
KOMENTAR