Diminta Mahasiswa, KPK : Kami Akan Datang ke Lhokseumawe dan Aceh Utara


author photo

15 Agu 2018 - 18.59 WIB


Jakarta - Dua Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Razjis Fadli dan Khairul Umam di undang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) pada acara Sarasehan Pustaka KPK, Rabu (14/08) dengan tema "Memutus Lingkaran Setan Korupsi", acara tersebut diselenggarakan di Aula Gedung KPK.

Acara yang berbentuk diskusi tersebut di buat dalam dua sesi yaitu sesi pertama berlangsung pada pukul 09:00 wib sampai pukul 12:00 wib dengan subtema Politik Korupsi dan Korupsi Politik dengan Narasumber Dr. Vishnu Juwono ( pakar administrasi publik UI ) dan Meuthia Ganie - Rochman Ph.D ( pakar organisasi sosial UI ) serta di moderatori oleh Nezar Patria M.Sc ( pemimpin redaksi the jakarta post ).

Pada sesi ini para narasumber memaparkan tentang bagaiman peran aktor politik untuk memberantas korupsi dan bagaimana pula aktor politik melakukan praktik korupsi sehingga korupsi menjadi sebuah budaya yang melekat pada pemegang jabatan politis.

Pada sesi kedua yang berlangsung pada pukul 14:00 wib sampai 16:00 wib diskusi berlangsung dengan subtema Evaluasi 20 Tahun Reformasi dengan Narasumber Laode M. Syarif Ph.D ( pimpinan KPK ) dan Amien Sunaryadi MPA ( kepala SKK Migas ) serta moderator Ahmad Kroirul Umam Ph.D ( editor jurnal antikorupsi INTEGRITAS ).

Acara tersebut di ikuti oleh para aktivis, mahasiswa, LSM Anti Korupsi dan para jurnalis.

Setelah mengikuti acara tersebut Razjis Fadli meminta KPK untuk membuat pelatihan atau pengkaderan anti korupsi kepada Mahasiswa dan Pemuda Aceh khususnya di lhokseumawe dan Aceh Utara, hal ini ia sampaikan langsung kepada Saut Situmorang selaku wakil ketua KPK.

"Alhamdulillah permintaan kita disambut positif oleh beliau, beliau malah meminta kita untuk segera mempersiapkan acara serta konsepnya supaya pihak KPK bisa segera datang ke Aceh," katanya.

Ia juga mengatakan sangat bangga atas sambutan dari unsur KPK tersebut karena harapannya jika Mahasiswa dan Pemuda Aceh jadi kader Anti Korupsi maka semua yang akan menjadi pemimpin Aceh di masa yang akan datang bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

"Kalau Aceh sudah bersih dari KKN, insyaallah rakyat Aceh akan sejahtera," tutupnya. (R)
Bagikan:
KOMENTAR