Besok Tersangka Penganiaya Istri Wartawan Disidangkan


author photo

28 Agu 2018 - 20.13 WIB


BIREUEN – Akhirnya, Warga Desa Cot Rambat, Gandapura, Kabupaten Bireuen, Mahyu Danil (36) alias Wahyu Batee Kureung, yang menjadi terdakwa dalam kasus pemukulan terhadap, Fathiah, yang juga istri dari salah satu wartawan Atjeh.Net yang akan menjalani persidangan perdana di Pengadilan Negeri Bireuen, Selasa (28/8).

Menurut Jaksa Siara Nedy SH kepada media ini mengatakan, Tersangka Wahyu Danil sudah mulai ditahan pihaknya, sejak Rabu (1/8) setelah berkasnya dinyatakan lengkap (P21).

Mahyu Danil menjadi tersangka karena telah melakukan penganiayaan terhadap korban, Fathiah yang merupakan Warga Desa Cot Tube kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen.

"Berkasnya sudah Dilimpahkan ke pengadilan dan Rabu ini, (29/8) akan menjalani sidang perdana, dan tersangka akan dijerat dengan pasal 351 (1) KUHP tentang penganiayaan," ujarnya dengan singkat pada media ini.

Sementara itu suami Korban, Sulaiman Gandapura sangat mengapresiasi gerak cepat jaksa yang segera melakukan penahanan terhadap tersangka yang melakukan penganiyaan terhadap istrinya itu. Ia mengaku sempat ketar ketir, sebelum akhirnya tersangka ditahan Jaksa Kejaksaan Negeri Bireuen.
Kami hanya menuntut keadilan, dan Jaksa memahami akan hal itu," tutur Sulaiman pada media ini.

Sulaiman Gandapura kembali mengisahkan tragedi yang menimpa keluarganya itu mengaku Mahyu sempat ditahan sekitar malam lebaran lalu. Ternyata tersangka kembali dapat menghirup udara segar saat itu.

Dikarnakan Polsek Gandapura menangguhkan penahanan terhadap terdakwa. Kali ini pengacara Sayuti Abubakar, SH yang nota bene dikabarkan menjadi Bacaleg DPR-RI bertindak sebagai "Hero" untuk menjamin penangguhan Mahyu Danil lewat lobi yang akhirnya Polsek Gandapura mengabulkan permohonan penangguhan tersebut.

Kasus pemukulan itu terjadi di Desa Cot Teube Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen, 11 Mei 2018, yang dilakukan tersangka, Mahyu Dani yang akrab disapa Mahyu Batee Kureung merupakan warga Desa Cot Rambat Kecamatan Gandapura.

Penganiyaan itu, berawal dari gara-gara sepele yang berakhir dengan penganiayaan berat. Korban dibal-bal habis-habisan, belum lagi dihajar batu bata di kepala korban, yang membuatnya korban tak berdaya.

Saat melakukan perlawanan dengan lelaki yang dikenal dengan nama, Mahyu Batee Kureung, yang akhirnya Korban harus dilarikan dan diopname beberapa hari di Jeumpa Hospital Bireuen untuk memulihkan kesehatan korban,"tutup Sulaiman pada media in.(Rls)
Bagikan:
KOMENTAR