Bambang Widjojanto Bangun Integritas Pemuda di Sociopreneur Camp 2018


author photo

5 Agt 2018 - 18.08 WIB


SEMARANG - Indonesia dibangun berdasarkan mimpi, mimpi para pemuda yang digawangi diantara pergerakan-pergerakan yang ada di Indonesia. Karena untuk memimpin negeri ini tidak bisa tidak selain merangkul anak muda. Kenapa anak muda? Karena dari segi kauntitas dan kualitas pemuda zaman ini memiliki beragam kecakapan yang tak dimiliki generasi selanjutnya.

Dalam  gelaran Inspiring Leadership Talk Sociopreneur Camp 2018 yang dilaksanakan pada Sabtu (04-08) di Balai Kota Semarang, Bambang Widjojanto, Wakil Ketua KPK 2011-2015 dan Pendiri Indonesian Corruption Watch, melambungkan semangat pemuda untuk terus memajukan Indonesia melalui materi Menumbuhkan Semangat Pemuda Melawan Korupsi.

Menurutnya Indonesia diuntungkan dengan bonus demografi di mana jumlah pemudanya tiga belas kali lebih banyak dari jumlah penduduk Singapura.

"Hal ini menandakan jika pemuda Indonesia secara kuantitas lebih baik, tapi apakah dari segi kualitas pemuda kita sudah merepresentasikan kemajuan negara ini?" tanya Bambang kepada para peserta.

Ia melanjutkan bahwasanya di era digital saat ini para pemuda memiliki kelebihan dengan kemampuan luar biasa dalam mengembangkan jaringan kuat untuk memberdayakan masyarakat, hanya saja masih banyak pemuda yang terjebak dalam lingkaran konsumerisme, hedonisme, dan materialisme. Bukan hanya itu, pemuda juga dihadapkan pada pola screen culture di mana pola komunikasi dan penanaman nilai kehidupan didominasi oleh gawai.

"Penanaman nilai ini terjadi secara searah dan hegemoni sehingga kurang membangun karakter anak muda milenials. Belum lagi kita "dihancurkan" melalui ruang-ruang paling privasi hingga muncul banyak kejahatan melalui dunia digital dan ini sangat dekat dengan para milenials," tandasnya.

Ruang inilah yang nantinya dapat menumbuhkan keinginan milenials untuk berbuat curang, salah satunya dengan melakukan korupsi kecil-kecilan. 

Hal-hal kecil ini disinyalir mampu menghancurkan integritas para pemuda.
"Salah satu cara meminimalisasi tindak tanduk korupsi ialah dengan mencipta entrepreneur sejak dini. Kenapa entreperenurship menjadi penting? Karena sejak lama Rasulullah sudah mencontohkan dan ia menjadi satu-satunya Nabi yang memiliki kemampuan entreprenurship mumpuni, bahkan istri beliau pun seorang entrepreneur sejati. Karena tulah penting bagi pemuda untuk memulai menjadi pemberdaya bagi orang lain," tambah Bambang.

Masa depan negara ini konon juga ditentukan oleh rekam jejak para pemudanya, pemuda harus memiliki integritas serta mampu menahan diri dari keinginan-keinginan semu agar mampu memutus rantai korupsi. Karena tak akan mungkin orang hebat akan menjadi hebat tanpa integritas.

"Anda adalah siapa Anda, Anda hari ini adalah Anda di masa depan. Bentuklah integritas sejak dini dan betuklah rekam jejak sejak awal sebab usaha Anda hari ini akan menentukan keseuksesan Anda di masa depan," kata Bambang.

Ada sembilan cara yang bisa dilakukan pemuda dalam mewujudkan diri penuh integritas antara lain Jujur, Adil, Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani, dan Adil. Dari sembilan cara ini pemuda diharapkan untuk mengarah kepada pribadi yang tahan banting dan peduli, karena korupsi diawali dengan ketidakpedulian pada sesama.

"Kalau pemuda tidak pintar-pintar amat maka mereka hanya akan menjadi pasar dan mudah disusupi niatan untuk korupsi. Maka mulailah berwirausaha," tutupnya. (AR)
Bagikan:
KOMENTAR