ASN Bejad Diduga Lakukan Pungli di RSUD ATAM


author photo

14 Agu 2018 - 23.37 WIB


Radaraceh.com, ACEH TAMIANG _ Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang di hebohkan dengan kelakuan bejad salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang di duga melakukan pungutan liar terhadap calon mahasiswi perguruan tinggi yang mengurus surat keterangan sehat dan bebas narkoba. 

Kelakuan bejad tersebut di lakukan ASN berinisial "RN" salah seorang perawat bidang pelayanan pada RSUD ATAM, dia meminta bayaran dengan jumlah nominal yang tidak sesuai dengan kwitansi yang semestinya.

Selain itu, calon mahasiswi (meminta inisialnya tidak di sebutkan) ini juga tidak diperkenankan membayar uang restribusi tersebut melalui kasir pembayaran dengan alasan "kasir pembayaran sudah tutup".  

"ini murni kekhilafan dari oknum perawat tersebut dan saat ini kami sudah memberikan berupa surat pernyataan agar ke depan tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak dan menciderai nama baik RSUD Aceh Tamiang." Ucap Direktur RSUD Aceh Tamiang Dr Mustakim kepada wartawan saat di konfirmasi diruang kerjanya terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh ASN Rumah Sakit tersebut. Selasa (14/08)

Dr Mustakim sebagai orang yang seharusnya paling bertanggung jawab dalam hal kecurangan - kecurangan yang terjadi di RSUD terkesan melimpahkan semua tanggung jawab kepada oknum  perawat yang melakukan praktik pungli maskipun Mustakim juga telah mengakui bahwa pihaknya telah kecolongan dalam kasus ini, karena menurutnya di instansi yang dia Pimpin ini ada bidang satuan pengawas internal (SPI) yang selalu mengawasi. 

"saya berjanji akan melakukan perbaikan sistem pelayanan dan pembayaran misalnya pembayaran retribusi wajib dibayarkan melalui kasir, serta pelayanan kasir akan kita buka selama 24 jam, tidak hanya itu, kami juga akan melakukan audit keuangan". Katanya lagi

Menurutnya inilah cara atau teknik yang akan beliau lakukan demi efektifnya pelayanan rumah sakit. 

Terkait pernyataan Direktur RSUD Aceh Tamiang. DM Rizal wartawan selaku ketua Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC ACEH TAMIANG mengaku kecewa dengan penjelasan yang diberikan oleh Direktur RSUD.

Cukup disayangkan saat ini SPI bekerja pasca kejadian sehingga hal ini tidak ampuh untuk mencegah kecurangan - kecurangan yang terjadi di RSUD Aceh Tamiang. 

Menurut Rizal sapaan akrabnya "seharusnya dalam hal kegiatan pungli ini Direktur ikut bertanggung jawab, dan SPI juga di nilai tidak melakukan tugasnya dengan baik dalam pengawasan". 

Rizal juga sangat menyayangkan kinerja SPI yang bekerja pasca terjadinya temuan. Bukannya mencegah, pihak RSUD terkesan mengobati. "bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati". Tandasnya.[] zf
Bagikan:
KOMENTAR