Alumni SPMA Dirikan Sangkar di Gedung KPK


author photo

16 Agt 2018 - 21.54 WIB


Aceh --- Alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) yang tergabung dalam Pemimpin Muda Anti Korupsi yang diprakarsai oleh Khairul Umam dan Razjis Fadli dengan dibimbing langsung oleh pembina SPMA H. Facrul Razi MIP yang juga Senator DPD RI asal Aceh telah mencentuskan serta mendirikan Satuan Gerakan Anti Korupsi dan Advokasi Rakyat (SANGKAR) di kantor KPK RI Jakarta pacsa acara Sarasehan Pustaka KPK-RI pada 15 Agustus 2018. 

Satuan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya tindak korupsi yang masih tumbuh dan berkembang di Aceh akhir-akhir ini, dan juga dengan mengambil moment 13 tahun perdamaian Aceh pasca konflik GAM dan RI maka semangat untuk membangun Aceh kedepan ke arah yang lebih baik dengan harapan good governance yang berdampak baik demi kesejahteraan Rakyat Aceh mendatang. 

Khairul Umam mengatakan bahwa satuan ini dirancang untuk bertugas mengadvokasi kasus-kasus korupsi khususnya dan mengawal segala macam ketidakberpihakan kepada rakyat di Aceh. 

Pada saat satuan ini didirikan turut serta dihadapan Saut Situmorang Wakil Ketua KPK-RI pasca acara Sarasehan Pustaka KPK hari ini, "Saat ini terlalu banyak ketidakadilan dan ketimpangan yang terjadi di tengah-tengah rakyat Aceh, maka kehadiran civil society untuk mengawal dan menyuaran suara-suara ketidakadilan bagi rakyat Aceh," ujar Khairul Umam dan Razjis Fadli. 

Sementara itu, Senator Muda Aceh DPD RI H. Fachrul Razi, MIP yang merupakan penggagas lahirnya komunitas anti rasuah di Aceh ini berharap kedepan semoga semakin banyak energi positif gerakan generasi muda anti korupsi sebagai kekuatan elemen sipil baik dari segi pencegahan maupun pendidikan anti korupsi di Aceh, "kita berharap pendidikan anti korupsi masuk sebagai kurikulum dasar dari sekolah sekolah," tegas Fachrul Razi MIP di Gedung KPK RI.

"Hari ini adalah tanggal 15 Agustus sebagai momentum 13 Tahun MoU Helsinki, oleh karena itu, peringatan sejarah ini sebagai sejarah bagi kami untuk melahirkan komunitas anti korupsi dengan nama Sangkar," tutupnya.(R)
Bagikan:
KOMENTAR