Wapres Unmuha: Operasi KPK di Aceh adalah pelajaran penting bagi Aceh agar tidak terulang


author photo

12 Jul 2018 - 23.02 WIB


Aceh --- Seperti yang diketahui baru-baru ini komisi pemberantasan korupsi (KPK) berhasil memberantas beberapa  kasus korupsi yang merajalela di bumi Serambi Mekkah (Aceh), adapun awal mula penyelidikan kasus yang di lakukan komisi pemberantasan korupsi (KPK) di Aceh adalah dugaan penerimaan hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya terkait dengan pengalokasian dan penyaluran dana otonomi khusus Aceh (DOKA) yang menjerat gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah serta ada beberapa oknum lainnya  di jadikan tersangka oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK). Demikian disampaikan Wapres Unmuha yang juga Koordinator Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Universitas Muhammadiyah Aceh.

Selanjutnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga melanjutkan penyelidikan nya ke dinas-dinas pemerintah yang ada di provinsi Aceh, hasilnya pun team penyelidik komisi pemberantasan korupsi (KPK) menemukan beberapa dokumen proyek dinas yang disalah pergunakan keuangannya sehingga komisi pemberantasan korupsi (KPK) harus menyegel dinas-dinas pemerintah tersebut.

Tapi yang sangat di sayangkan bahwa dalam langkah niat baik dari  komisi pemberantasan korupsi (KPK) untuk memberantaskan para-para koruptor di lingkungan pemerintah Aceh di jegal oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab yang mencoba mengisukan informasi yang negatif terhadap komisi pemberantasan korupsi (KPK) salah satunya isu yang hangat beredar adalah "KPK turun ke Aceh karena suruhan dan ada kaitan nya dengan peran politik nasional yang sedang di jalankan".

Saya menilai jika isu-isu negatif terus di mainkan oleh oknum tak bertanggung jawab Aceh akan semakin terpecah belah dalam hal demokrasi, dan ini akan menyebabkan terbentuknya kubu-kubu pro dan kontra di setiap pendukung fanatik dari setiap partai politik,dan hasilnya akan terjadi perang persaudaraan antar bangsa Aceh.

Dalam hal ini perlu kesadaran bersama selaku rakyat Aceh untuk membuka mata batin dan akal sehat supaya nilai perjuangan yang di cita-citakan bangsa Aceh bisa tercapai.

Harapan Khairul sebagai mahasiswa setelah semua kasus korupsi ini selesai di tuntaskan oleh  komisi pemberantasan korupsi (KPK). "Saya berharap agar bersama-sama peristiwa ini kita jadikan pelajaran yang sangat berharga bagi bangsa aceh dan bangun kembali Aceh yang bebas dari korupsi dan nepotisme," tutupnya.(R)
Bagikan:
KOMENTAR